Surabaya (beritajatim.com) – Momen tanggal 1 April biasanya ditandai dengan perayaan April Mop atau April Fools’ Day. Bisa dibilang bahwa hari tersebut merupakan hari prank sedunia, di mana beberapa orang melakukan prank atau kebohongan kepada orang lain untuk membuat lelucon.
Bagi sebagian orang, tentu hari ini menjadi hari yang dinantikan. Namun bagi sebagian lainnya justru khawatir menjadi korbannya. Pada April Fools’ Day, sang korban tidak boleh ikut marah atau emosi, kembali lagi lantaran ini semua adalah lelucon belaka.
Salah satu prank paling heboh adalah pada 1 April 1957. Yakni saat program televisi BBC, “Panorama” membuat segmen tentang panen spageti dari pohon di Swiss. Karena dianggap serius, banyak orang Inggris yang mempercayainya, padahal itu adalah hal yang mustahil.
Prank tersebut pun menduduki peringkat teratas dalam daftar lelucon April Mop sepanjang masa oleh situs Museum of Hoaxes. Mulai saat itu lah perayaan April Mop didasarkan sebagai hari prank sedunia.
Perayaan April Mop ini sudah berjalan berabad-abad lamanya. Meski begitu, belum diketahui sejarah aslinya seperti apa, bahkan ada berbagai versi sejarah yang bermunculan. Namun salah satu teori asal-usul April Mop dari Perancis menjadi yang paling kuat dan banyak dipercaya.
Diceritakan pada 1582, banyak negara di Eropa mengganti penanggalan mereka dari kalender Gregorian menjadi kalender Julian. Yang awalnya tahun baru dirayakan pada 1 April diubah menjadi 1 Januari, seperti kita peringati hingga sekarang.
Pergantian kalender itu tentunya disebarkan ke masyarakat luas. Tapi sayangnya tak semua mendengarnya, sehingga masih ada beberapa orang yang merayakan tahun baru pada 1 April. Kekeliruan tersebut pun dianggap lucu dan terlihat bodoh. Dari situlah muncul istilah April Fools’ Day.
[berita-terkait number=”3″ tag=”prank”]
Selain itu, sejarawan juga menghubungkan perayaan April Mop dengan festival Hilaria (bahasa Latin yang berarti kegembiraan). Festival ini dirayakan oleh pengikut kultus Cybele di Roma Kuno pada setiap akhir Maret.
Uniknya, dalam festival tersebut setiap orang akan saling mengejek dan melakukan penyamaran. Baik bagi warga maupun sang hakim.
Eits tidak berhenti sampai disitu, disebutkan bahwa festival Hilaria ini terinspirasi oleh legenda Mesir Isis, Osiris dan Seth. Sehingga belum bisa dipastikan siapa yang lebih dulu merayakan April Fools’ Day.
Sementara itu di Indonesia, lebih dikenal dengan sebutan April Mop, yang mana berasal dari Bahasa Belanda dan memiliki arti kelakar.
Bagaimana? Apakah kalian sudah menyiapkan prank untuk orang-orang di sekitar hari ini? Perlu diingat untuk jangan sampai keterlaluan hingga membahayakan ya! (mnd/ian)






