Surabaya (beritajatim.com) – Hanya mampu menahan imbang Madura United 0-0, lagi-lagi Persebaya Surabaya dikerjai wasit. Kali ini tak tanggung-tanggung wasit berlabel AFC, Thariq M Alkatiri membuat Paul Munster beberapa kali terlihat marah dengan keputusan yang diberikan.
Bahkan dalam pertandingan, Rabu malam (13/3/2024) di Stadion Gelora Bung Tomo, Persebaya Surabaya dihujani tiga kartu kuning melawan tim Madura United. Hingga ketika dikonfirmasi, Munster seakan lelah dengan kepemimpinan wasit.
“Bagaimana saya bisa percaya itu, saya tidak mau menjawab,” ucap Munster dengan nada marah kepada keputusan-keputusan wasit selama pertandingan.
Pelatih berwarganegara Irlandia Utara ini mengatakan lepas dari ketidakadilan yang dilakukan wasit, ia melihat permainan para pemainnya di waktu babak pertama dua puluh menit awal sangat bagus tapi setelah lepas dari itu Madura United justru mengimbangi permainan tim Bajol Ijo.
“Permainan anak-anak bagus di babak pertama tapi masuk di babak kedua dengan sejumlah pergantian pemain dan taktikal para pemain bisa bangkit dan mengimbangi bahkan ada sejumlah peluang yang diciptakan namun sayang gagal dieksekusi,” ungkap Munster.
Mantan pelatih Bhayangkara FC ini justru menyebut permainan para punggawanya kali ini di final half kurang bermain agresif dan kurang melakukan pemberontakan, namun itu tak masalah setelah ini tim masih memiliki waktu yang cukup untuk perbaikan di pertandingan berikutnya.
Sementara itu, Reva Adi kapten tim Bajol Ijo mengatakan jika pertandingan di pekan 29 ini cukup bagus bahkan di menit awal mendominasi dan banyak memiliki peluang namun di pertengahan babak pertama para pemain sempat lengah.
“Kita sempat blunder di pertengahan babak pertama, karena kurang fokus jadi mereka bisa membuat banyak peluang,” ucap Reva kepada media.
Lebih lanjut dikatakan pemain asal Sulawesi Selatan ini di babak kedua tim asal Surabaya ini cukup mendominasi dan lebih agresif tapi sayang gagal memanfaatkan peluang.
“Di babak kedua, saya rasa kita sangat mendominasi, kita lebih agresif, tapi di babak akhir kita tidak bisa memanfaatkan peluang yang ada dan saya rasa memang banyak sekali peluang di babak kedua tapi ya ini sepak bola kita tidak bisa memaksimalkan ya akhirnya drop,” tutup Reva. (way/ian)






