Surabaya (beritajatim.com) – Sidang Pleno I Muktamar Muhammadiyah digelar secara hybrid pada hari ini (5/11) dan besok (6/11). Sejumlah anggota dan peserta mengikuti acara tersebut secara online dari 208 lokasi yang berpusat di Auditorium Djazman Al Kindi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan bahwa muktamar ini sebagai tonggak baru dalam regulasi kebijakan di Muhammadiyah.
Menurut Haedar, model persidangan secara online atau hibrid merupakan adaptasi yang dilakukan oleh Muhammadiyah terhadap revolusi industri 4.0 dan era post modern.
[berita-terkait number=”5″ tag=”muhammadiyah”]
Haedar berharap, meski dengan model baru namun pelaksanaan Muktamar 48 Muhammadiyah-‘Aisyiyah berjalan dengan baik, damai dan menjadi uswah hasanah.
“Kami berharap seluruh persyarikatan, penggembira semuanya ikut mendukung karena tidak lain sebagai tonggak untuk membawa persyarikatan kita menuju era baru yang banyak dinamika kehidupan, lokal maupun global,” ungkap Haedar yang dikutip dari laman resmi Muhammadiyah.
Selain Sidang Pleno I Muktamar Muhammadiyah yang dilaksanakan pada Sabtu (5/11), pada hari selanjutnya Minggu (6/11) juga akan diselenggarakan Sidang Pleno I Muktamar ‘Aisyiyah.
Pada kesempatan itu, ada agenda pertandingan sepakbola persahabatan antara 13 Ketua PP Muhammadiyah berhadapan dengan Pemkot Solo yang rencananya dihelat di Stadion Sriwedari pada Minggu (6/11). Di hari yang sama, juga ada Puncak Gowes atau Muktamaride di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS. (nap)






