Mojokerto (beritajatim.com) – Kecelakaan kendaraan wisata ‘sepur kelinci’ di tanjakan Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, diduga kuat dipicu oleh kombinasi faktor jalur ekstrem. Selain itu, beban kendaraan yang berlebih juga menjadi penyebab kecelakaan tunggal tersebut.
Insiden yang menewaskan satu penumpang tersebut terjadi saat kendaraan bernopol S 8185 PA membawa sekitar 20 orang menuju lokasi halal bihalal di Dusun Seketi, Desa Jatidukuh. Rombongan yang terdiri dari emak-emak dan anak-anak tersebut merupakan warga Desa Mlaten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Beni Hermawan mengungkapkan bahwa jalur yang dipilih pengemudi memiliki karakteristik tanjakan yang cukup curam. “Jalur yang dipilih merupakan jalur alternatif dengan tanjakan tinggi. Diduga sopir ingin memotong jarak, namun kondisi medan cukup berat,” ungkapnya, Sabtu (28/3/2026).
Selain faktor medan, beban penumpang yang cukup banyak juga menjadi penyebab kendaraan tidak mampu menanjak. Saat melintasi tanjakan, kendaraan kehilangan tenaga dan akhirnya meluncur mundur. Situasi semakin fatal karena kendaraan diduga meluncur tanpa pengereman hingga akhirnya terguling.
“Dari kronologi awal, kendaraan tidak kuat menanjak kemungkinan karena beban yang terlalu berat. Jalur yang dipilih adalah jalur yang cukup tinggi tanjakannya. Tujuannya untuk memotong kompas. Kami masih mendatang jumlah korban luka karena ada yang dibawa ke Puskesmas Gondang dan RSUD Sumberglagah,” katanya.
Dalam peristiwa tersebut, satu penumpang tewas dilaporkan terlempar dari kendaraan. Korban tewas diketahui bernama Sulimah (48), warga Desa Mlaten, Kecamatan Puri. Sementara pengemudi kendaraan, Sariono (53), warga Sumbergirang, Kecamatan Puri, mengalami luka dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Sumberglagah, Kecamatan Pacet.
Belasan penumpang lainnya mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan, diantaranya RSUD Sumberglagah, Puskesmas Gondang, dan RSUD Prof dr. Soekandar Mojosari. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk aspek kelayakan kendaraan wisata yang telah dimodifikasi tersebut.
Sebelumnya, kecelakaan tragis melibatkan kendaraan wisata sepur kelinci terjadi di tanjakan Dusun Jati, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (28/3/2026). Insiden ini mengakibatkan satu penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka. [tin/ian]






