Surabaya (beritajatim.com) – Masyarakat Indonesia kembali dibuat gempar. Kali ini oleh kabar meninggalnya Laura Anna, selebgram yang belakangan banyak jadi perhatian netizen.
Sejak dua tahun lalu, perempauan yang baru saja berusia 19 tahun ini mengalami kelumpuhan. Hal ini ia alami setelah mengalami kecelakaan tragis bersama mantan pacarnya.
Meski mengalami kelumpuhan, Anna masih sering menampakkan keceriaan dan senyum ketika hadir di depan publik. Dan ini membuat banyak warganet kaget akan kabar kepergiannya. Diduga, Laura Anna meniggal akibat asalm lambung dan GERD yang kembali kambuh.
Lalu apa sebenarnya GERD itu? Apakah berbahaya?
GERD sendiri merupakan sebuah penyakit pencernaan yang berkaitan dengan asam lambung atau empedu. Dimana terjadi iritasi lapisan pada saluran makanan. Gangguan ini mempengaruhi cincin otot atau katup antara kerongkongan dan perut.
Otot ini berfungsi menjaga agar makanan yang sudah masuk ke dalam perut tak kembali lagi ke kerongkongan. Pada pengidap GERD, yang terjadi adalah otot tersebut terganggu sehingga gerakan menutup menjadi lemah dan tidak rileks.
Dengan begitu, isi perut dapatt dengan mudah kembali menuju kerongkongan. Jika kondisi ini terjadi secara terus-menerus, maka lapisan kerongkongan dapat mengalami iritasi hingga peradangan.
Penyebab
Penyakit datang bukan karena penyebab. Salah satu yang mempengaruhi adalah gaya hidup yang tidak teratur. Mulai dari makanan instan, makanan berlemak, makanan pedas atau terlalu banyak makan di malam hari. Bisa juga karena konsumsi minuman bersoda, kafein saat perut belum terisi.
Makan tanpa mengunyah yang ideal pun bisa menjadi salah satu faktornya. Bahkan, saat seseorang sedang stress atau memiliki beban pikiran yang berat, maka GERD bisa kambuh. Kebiasaan-kebiasaan yang dianggap sepele ini lah yang justru dapat memperburuk kondisi lambung penderita GERD.
Ciri-ciri
Agar tidak parah dan bisa segera ditangani, kalian harus bisa mengenali gejala-gejala penyakit ini. Awal mulanya akan ditandai dengan perasaan terbakar atau panas di bagian perut dan kerongkongan.
Ini akan menyebabkan penderitanya kesulitan atau bahkan tidak bisa sama sekali beraktivitas dengan normal karena asam lambung yang bergejolak terutama pada saat bergerak.
Selain penderita akan mengalami rasa mual, ingin muntah, kesulitan menelan, gangguan di saluran pernafasan, hingga nyeri di dada. Efek ini bisa bekerja dalam jangka waktu panjang dan harus segera ditangani.
Cara terbaik untuk mencegah atau mengatasi GERD adalah mengatur gaya hidup yang lebih sehat. Pastikan kalian tidak terlambat makan, kurangi alkohol, kafein, dan rokok, dan pilih makanan dengan asupan gizi yang tinggi. Jangan lupa untuk perbaiki kualitas tidur dan olahraga teratur. [mnd/tur]






