Kediri (beritajatim.com) – Puluhan warga Desa Tunglur Kecamatan Badas Kabupaten Kediri berunjuk rasa di kantor desa setempat, pada Senin (11/7/2022). Mereka menuntu salah seorang perangkat desa berinisial R diberhentikan dari jabatannya.
Mahbub Birohim, perwakian warga mengatakan, oknum perangkat desa tersebut dinilai mencoreng nama baik desa. Sebab, pria yang menduduki posisi kaur pemerintahan itu diduga telah berselingkuh dengan wanita yang sudah bersuami.
“Kasusnya adalah soal perselingkuhan.
Ini sudah viral di media online ataupun sosial,” jelas Mahbub Birohim dengan suara lantang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”selingkuh”]
Massa membawa mobil pikap berisi sound sistem dan spanduk yang berisi tuntutan. Antara lain, ‘deso gak tau mlebu koran, mlebu koran pisan perkoro perkelonan dan turunkan bayan rouf hentikan praktek perkelonan’.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kediri”]Mashudi, Kepala Desa Tunglur mengaku, pihak desa sudah mengambil langkah terkait kasus tersebut. Sebelumnya, Kades telah menjembatani proses mediasi, tetapi belum ada titik temu.
“Nanti akan kita sampaikan tuntutan warga seperti itu karena hari ini si A tidak hadir,” katanya.
Kades telah lama mendengar rumor terkait peristiwa itu. Dimana, ada salah satu oknum perangkat desanya yang diduga menjalin hubungan terlarang dengan wanita asal Desa Blaru, Kecamatan Badas.
Sementara perempuan tersebut telah berkeluarga. Kemudian, pihak desa sudah memanggil yang bersangkutan untuk diberikan peringatan.
Kedepan, Kades akan melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan kecamatan. “Mudah mudahan atas kejadian ini yang bersangkutan atas kesadaran hati nuraninya karena telah membuat kegaduhan dan keresahan bersedia mengundurkan diri,” pungkas Mashudi. [nm/kun]






