Surabaya (beritajatim.com) – Cuaca di wilayah Ngawi, Magetan, dan Ponorogo pada Jumat, 4 Juli 2025 diprediksi masih akan didominasi oleh kondisi berawan sejak pagi hingga malam hari.
Berdasarkan laporan prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, S.Tr., langit cerah hanya akan muncul sesekali di beberapa jam tertentu, terutama pada sore hingga malam hari.
Meski tidak ada tanda-tanda hujan, kelembapan udara yang tinggi serta kecepatan angin perlu menjadi perhatian masyarakat.
“Secara umum, wilayah Ngawi, Magetan, dan Ponorogo masih berada dalam kondisi berawan dengan kelembapan udara yang cukup tinggi. Perubahan suhu tidak terlalu ekstrem, tetapi aktivitas luar ruangan tetap harus disesuaikan dengan kondisi cuaca saat ini,” ujar Oky Sukma Hakim.
Di Ngawi, kondisi cuaca akan didominasi awan mulai pukul 06.00 WIB hingga 15.00 WIB. Menjelang malam, tepatnya pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, langit akan berubah menjadi cerah berawan.
Suhu udara di wilayah ini berkisar antara 22 hingga 31 derajat Celcius. Angin bertiup dari arah selatan dengan kecepatan sekitar 24,2 km/jam. Sementara kelembapan udara terpantau berada di angka 58 hingga 90 persen.
Berbeda dengan Ngawi, wilayah Magetan akan mengalami langit berawan hanya sampai siang hari, yaitu pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB. Selanjutnya, dari pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB, langit akan tampak cerah berawan. Suhu di Magetan tergolong sejuk, yakni antara 22 hingga 27 derajat Celcius.
“Kecepatan angin di Magetan berasal dari arah barat daya, dengan kecepatan sekitar 21,3 km/jam dan kelembapan antara 70 sampai 85 persen,” tambah Oky.
Sementara itu, Ponorogo diprediksi akan mengalami langit berawan hampir sepanjang hari. Awan akan menyelimuti wilayah ini mulai pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB, dengan sedikit jeda cerah pada pukul 18.00 WIB.
Suhu udara berkisar antara 22 hingga 27 derajat Celcius, disertai angin dari arah selatan yang bertiup dengan kecepatan sekitar 21,2 km/jam. Kelembapan di Ponorogo juga terpantau tinggi, yaitu antara 72 hingga 91 persen.
Oky Sukma Hakim mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
“Walaupun tidak ada hujan, kondisi berawan dengan kelembapan tinggi bisa berdampak pada stamina tubuh. Tetap siapkan perlindungan diri, seperti topi atau jaket, untuk berjaga-jaga terhadap cuaca yang berubah,” tutupnya [mnd/aje]






