Newcastle (beritajatim.com) – Maksud hati tactician Ruben Amorim memarkir kiper Andre Onana adalah agar performa tim membaik. Tetapi, yang terjadi ternyata sama saja. United dikalahkan Newcastle United 1-4 pada matchweek ke-32 Premier League dini hari tadi.
Onana diparkir buntut dua blunder fatalnya ketika melawan Olympique Lyon pada first leg perempat final Liga Europa (11/4). Sebagai gantinya, Altay Bayindir mengisi posisi kiper utama pada laga yang dimainkan di St. James’ Park, Newcastle, itu. Onana diprediksi bakal kembali ke line up pada second leg melawan OL (18/4/2025).
Kekalahan dari Newcastle membuat posisi United melorot ke peringkat 14 dengan 38 poin. Hanya unggul 1 poin dari Tottenham Hotspur yang ada di posisi 15.
Sepanjang sejarah keikutsertaan United di Premier League, posisi terendah mereka di klasemen akhir adalah posisi 8 musim lalu. Sebelum itu, adalah musim 1989–1990 ketika finis di posisi 13 bersama Sir Alex Ferguson. Tetapi, kompetisi kala itu masih bernama First Division.
Sedangkan posisi terburuk dalam sejarah United adalah peringkat ke-21 musim 1973–1974 saat dilatih Tommy Docherty. Kala itu, United harus terdegradasi ke Second Division.
Bahkan, United saat ini juga masih berisiko terdegradasi. Sebab, Ipswich Town yang ada di posisi 18 mengoleksi 21 poin. Di enam matchweek tersisa, United bisa turun kasta ke Championship jika mereka selalu kalah. Di sisi lain, Ipswich, West Ham United, Wolverhampton Wanderers, dan Spurs sukses sapu bersih.
“Tidak ada yang lebih buruk dari kekalahan. Semua bebas mengatakan apa yang mereka ingin katakan tentang kami. Inkonsistensi jadi faktor kami berada di posisi saat ini,” ujar Amorim dilansir AFP. [dio/beq]






