Malang (beritajatim.com) – Sekitar 28 keluarga korban Tragedi Kanjuruhan mendatangi Kantor DPRD Kota Malang, pada Selasa, (3/1/2022). Mereka ingin menyampaikan aspirasi mereka terkait penanganan Tragedi Kanjuruhan yang cenderung stagnan.
“Tadi kita mendengar semua apa yang jadi keluhan keluarga korban. Intinya adalah menuntut keadilan. Kita hanya bisa menyampaikan kalau masalah keadilan ya menunggu persidangan. Keadilan akan muncul di proses pengadilan,” kata Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika.
Made mengungkapkan, sebenarnya Kota Malang memiliki anggaran Rp2 miliar untuk korban Tragedi Kanjuruhan dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Anggaran ini baru terserap sekitar Rp600 juta saja. Sisa anggaran ini diharapkan bisa dimaksimalkan untuk membantu keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”korban-tragedi-kanjuruhan”]
“Anggaran kita untuk Tragedi Kanjuruhan sebenarnya masih ada yang kita taruh di BKAD lewat BTT. Kemarin kita anggarkan Rp2 miliar, saya akan minta laporannya awal tahun ini, baru terserap berapa. Karena kemarin laporan terakhir baru terserap Rp600 juta,” kata Made.
Made menuturkan bahwa sisa anggaran itu bisa dimaksimalkan untuk memberikan bantuan modal usaha untuk keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Mereka juga akan memberikan pelatihan UMKM selain bantuan modal usaha. Teknisnya akan diserahkan kepada Diskopindag Kota Malang.
“Jadi masih ada anggaran disitu, nanti akan kita berikan yang butuh pekerjaan lewat Diskopindag lewat pelatihan UMKM. Kemudian yang khusus untuk Tragedi Kanjuruhan bisa lewat bantuan modal yang nanti anggarannya bukan dari Diskopindag, tapi dari BTT untuk modalnya, tapi pelatihan lewat Diskopindag,” ujar Made. [luc/suf]






