Milan (beritajatim.com) – Mimpi Inter Milan mengulang kejayaan sebagai treble winners kini terancam berubah menjadi mimpi buruk. Harapan mengangkat tiga trofi sekaligus musim ini resmi kandas usai mereka dihajar AC Milan 0-3 dalam leg kedua semifinal Coppa Italia, Rabu (23/4) dini hari. Hasil itu membuat Nerazzurri tersingkir dengan agregat 1-4, sekaligus memupus ambisi merebut gelar domestik ketiga.
Ini bukan pertama kalinya Inter mengalami skenario serupa. Musim lalu, mereka juga digadang-gadang meraih treble, namun akhirnya hanya meraih Coppa Italia dan Supercoppa Italiana. Kini, ancaman “treble jadi trouble” kembali menghantui skuat asuhan Simone Inzaghi.
Dari dua peluang gelar yang tersisa, tak satu pun berada di zona aman. Di Serie A, meski masih bertengger sebagai capolista dengan 71 poin, Inter kini dibayangi ketat oleh SSC Napoli yang menyamai raihan poin hingga giornata ke-33. Bila tren ini berlanjut, scudetto bisa ditentukan di laga pamungkas, saat Inter menghadapi Napoli secara langsung.
Di sisi lain, tekanan lebih besar justru datang dari Liga Champions. Inter bakal meladeni FC Barcelona di semifinal—tim yang tengah membara dan mengincar quadruple musim ini. Selain sudah menggondol gelar Supercopa de Espana, Barcelona memimpin klasemen LaLiga, lolos ke final Copa del Rey, dan tampil solid sepanjang kompetisi Eropa.
Dua kekalahan beruntun yang diderita Inter menambah sinyal bahaya. Sebelum dibungkam AC Milan, Nerazzurri lebih dulu takluk dari Bologna 0-1 di giornata ke-33. Rentetan hasil buruk ini dikhawatirkan memengaruhi psikis pemain menjelang penentuan musim.
“Ini (kalah 0-3 dari ACM dan gagal ke final, Red) sangat menyakitkan. Kami sangat ingin lolos final. Tetapi, masih ada yang harus dilakukan musim,” ujar pelatih Inter, Simone Inzaghi, dikutip dari Football Italia.
Kekalahan dari rival sekota tak hanya menghapus peluang meraih Coppa Italia, tapi juga bisa menjadi titik balik kejatuhan performa Inter. Bila tak segera bangkit, bukan mustahil musim ini benar-benar berakhir tanpa gelar, dan “treble jadi trouble” kembali menjadi kenyataan pahit bagi publik Giuseppe Meazza. [dio/beq]






