Surabaya (beritajatim.com) – Usai mengalami luka bacok di tangan kanannya, MEF (16) Bocah yang menjadi korban pembacokan saat terjadi tawuran di Jalan Raya Tambak Asri, Minggu (03/04/2022) mengaku tak terlibat tawuran.
Ia mengatakan, saat itu menjadi korban salah sasaran oleh tersangka yang saat ini sudah diamankan Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Dihubungi awak media, MEF menegaskan, saat itu dirinya tengah dalam perjalanan menuju lapangan dekat SD Bina Karya, untuk bermain bola. Tak berselang lama, ia melihat sejumlah remaja saling serang. Ia yang saat itu sedang berjalan kaki sendirian langsung menghindari agar tidak terlibat.
“Saya tidak ikut tawuran, waktu itu hendak main bola di lapangan, kok ada rame-rame saya minggir soalnya saya ndamau ikut-ikutan,” kata MEF, Rabu (06/04/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”tawuran-surabaya”]
Akan tetapi, lanjut dia, ada sebagian orang yang tengah tawuran tersebut tiba-tiba menghampirinya dan memberi bogem mentah ke MEF. Tak terima, ia pun mengejar remaja yang memukulnya. Namun, saat didepan tersangka FS (20) ia pun langsung disabet menggunakan golok dengan panjang 35 centimeter.
“Saya kan gak tau apa-apa, tiba-tiba dipukul, saya kejar lah anak itu. Saya dikejar seseorang dan dibacok,” ucapnya.

MEF mengaku tidak mengenali pelaku yang telah membacok tangan kanan nya tersebut. Akan tetapi, dirinya melihat bahwa pemuda tersebut menggunakan jaket hitam dan celana jeans.
“Saya gak kenal siapa pelakunya, yang saya tahu waktu kejadian itu, dia (tersangka) pakai jaket hitam dan celana jeans,” ujar dia.
Sementara itu, ibu korban, Santi mengatakan anaknya sempat mendapatkan perawatan di RSUD dr Soewandhie. Namun, MEF saat ini sudah dipulangkan setelah mendapatkan beberapa jahitan.
“Sudah pulang, Alhamdulillah sudah mendingan, sekarang kondisinya sudah membaik,” kata Santi. (ang/ted)






