Surabaya (beritajatim.com) – Kebangkitan geliat para pengusaha UMKM rumahan mulai bangkit, bukan hanya mengembangkan inovasi mereka pun berkolaborasi dengan sesama pengusaha UMKM untuk menunjang penjualaan.
Seperti yang dilakukan oleh pemilik bisnis kue kering rumahan Diah Arfianti yang berusaha kembali bangkit ditengah kondisi pandemi sejak dua tahun lalu.
2020 baginya adalah tahun yang berat bagi pengusaha kue asal Ketandan Baru Surabaya ini, mengapa tidak perekonomian yang melemah berdampak pada jual beli dan pemesanan kue kering yang dibuatnya.
Pemesanan tidak sebanyak sebelumnya bahkan setiap hari pun ia tak berani meready stokkan kue kering untuk reseller dan para pembeli.
“Kerasa banget saat pandemi dua tahun kemarin tapi saya pelan-pelan mulai bangkit di akhir tahun 2021 kemarin dan alhamdulillah pemesanan kue mulai datang satu persatu dan kita mulai bagkit memproduksi kue,”ungkap Diah.

Bahkan wanita berusia 40 tahunan ini membaca peluang masyarakat ditengah pandemi kerap kali berbuat apa, ia pun memiliki ide budaya berbagi, ia pun membuat hampers dengan kampanye ‘berbagi cintamu untuk kue kering” dari sini masyarakat mulai melirik dan banyak pesanan hingga lebaran natal.
“Sekarang kan budayanya berbagi saya melihat peluang itu akhirnya saya bikin hampers berbagi dengan metode kampanye kita berbagi cintamu untuk kue kering akhirnya kena di masyarakat dari situ kami mulai kembali bangkit,”ceritanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kue-kering”]
Dari kampanye hampers ini ia bersama timnya optimis jika geliat jual beli kue kering naik kembali ditambah pesanan Natal pun mulai merangkak naik 100 persen hingga jelang lebaran. [way/ted]






