Surabaya (beritajatim.com) — Dr. M. Aziz Ariyanto, M.Pd., dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menyoroti peran penting pemerintah pusat dalam pengembangan talenta di bidang olahraga.
Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi dan mempromosikan pengembangan talenta agar Indonesia mampu bersaing di kancah internasional.
Ruang lingkup “grand design” Manajemen Talenta Nasional (MTN), yang bertujuan untuk mengembangkan individu dengan kemampuan terbaik di tingkat nasional agar dapat berprestasi di tingkat internasional, termasuk olimpiade dan paralimpiade
“Sasaran dari MTN kali ini adalah Indonesia mampu meraih peringkat 5 pada Olimpiade dan Paralimpiade tahun 2044,” ungkapnya dalam acara Seminar Publik Desain Besar Manajemen Talenta Nasional Bidang Olahraga” di Ballroom The Westin Hotel, Rabu (22/5/2024).
Lebih lanjut, Aziz juga menyoroti beberapa permasalahan yang dihadapi dalam dunia olahraga, seperti rendahnya partisipasi dan kebugaran jasmani masyarakat, keterbatasan prasarana dan sarana olahraga yang memenuhi standar, serta keterbatasan anggaran untuk bidang olahraga.
Salah satu strategi pemerintah dalam mengatasi yaitu telah membangun fasilitas olahraga dan ilmu olahraga (sport science) bekerjasama dengan Kementerian PUPR, seperti yang terletak di Cibubur dan Karanganyar.
Sementara, Dosen FIKK UNESA, Dr. Donny Ardy Kusuma, S.Pd., M.Kes., memberikan keterangan persnya tentang pentingnya penguatan Manajemen Talenta Nasional Bidang Olahraga di sela-sela seminar.
Ia memberikan sorotan terhadap peran penting sport science dan kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan talenta di bidang olahraga.
Menurutnya, untuk memajukan olahraga di Indonesia, tidak cukup hanya dengan meningkatkan fasilitas sport science, tetapi juga perlu kerja sama yang kuat dan sinergisitas antara berbagai pihak agar Indonesia bisa meraih prestasi di kompetisi internasional seperti Olimpiade.
Pentingnya konsep teoritis manajerial, terutama dalam pembentukan piramida olahraga yang merupakan rujukan penting dalam memahami perluasan dan pengembangan olahraga secara berjenjang.
“Salah satu kesulitan mendasar yang dihadapi adalah manajemen yang baik diperlukan agar talenta terbaik dapat mencapai puncak prestasi,” terangnya.
UNESA telah aktif melakukan riset yang aktual dan faktual, yang sesuai dengan kondisi di lapangan, sehingga penggunaan sport science dapat dilakukan dengan efisien.
Salah satu contoh kerja sama UNESA dalam pengembangan talenta olahraga, yakni melalui monitoring terhadap proses perkembangan talenta di Sentra Latihan Olahraga Muda Potensial Nasional (SLOMPN) di Surabaya.
“Kami mengimplementasikan sistem yang memantau kondisi performa atlet secara harian, dengan pemahaman bahwa proses pembinaan atlet menuju prestasi tidak selalu sejalan dengan pencapaian juara saat ini, tetapi merupakan bagian dari proses menuju kesempurnaan,” bebernya. [way/but]






