Surabaya (beritajatim.com) – Ahli agama Islam dari University of Tartu Estonia, Dr Elo Suld dan Prof Ulo Valk membeberkan sejumlah tantangan yang dialami oleh muslim di Eropa, khususnya di Estonia.
Hal itu disampaikan keduanya saat memberikan kuliah tamu di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jumat (10/2/2023).
Dr Elo Suld memaparkan perkembangan muslim di Eropa, perbedaan generasional yang dihadapi, hingga berbagai tantangan atau diskriminasi yang kerap mereka alami. Ia menyebut, Islam di Eropa memiliki keberagaman yang luas. “There are no islam, there are islams,” ujarnya.
Menurutnya, keberagaman Islam datang dari sejarah, budaya, maupun tradisi. Namun, hal itu yang kerapkali belum mampu dipahami masyarakat awam Eropa yang masih menganggap islam sebagai suatu identitas tunggal.
[berita-terkait number=”5″ tag=”unair”]
Tak hanya itu, media massa barat yang berperan besar terhadap pembentukan prasangka buruk terhadap kaum muslim juga menjadi tantangan.
“Hal ini juga dipengaruhi dengan maraknya xenophobia di tengah masyarakat Eropa, hingga minimnya edukasi keagamaan pada mayoritas negara di Eropa,” ungkapnya.
Dr Elo berharap, ke depan akan muncul kesadaran tentang budaya maupun agama Islam. Sehingga, akan tersedia ruang bagi kaum muslim untuk beragama meski sebagai kaum minoritas di Eropa. [ipl/beq]






