Surabaya (beritajatim.com) – Dalam kunjungannya ke Surabaya, Presiden Joko Widodo menyempatkan untuk menemui ribuan relawannya di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Minggu (21/08/2022), bersamaan dengan acara Konser Sapu Lidi “2024 satu komando ikut Pak Jokowi’.
Di Hadapan massanya, Jokowi sempat membahas pandemi covid 19 hingga krisis dunia. Jokowi yang menggunakan hem putih dan berjaket warna merah mengatakan jika kehadirannya ke acara Konser Sapu Lidi merupakan obat kangen setelah 2,5 tahun tidak bertemu dengan relawannya tersebut.
Di hadapan relawannya, Jokowi mengatakan jika gotong royong rakyat mampu membuat bansa Indonesia bertahan di tengah gempuran pandemi Covid 19.
[berita-terkait number=”5″ tag=”presiden-jokowi”]
“Saya lihat waktu covid-19. Kita seperti negeri lain yang gugup bingung, kemudian negara lain memutuskan lockdown. Bayangkan Indonesia lockdown kayak apa? Tidak boleh keluar rumah, apa lagi keluar kota. Bisa diet massal. Dan keputusan itu saya ambil setelah saya keluar masuk kampung dan putuskan tidak lockdown,” ujar Jokowi disambut tepuk tangan pendukungnya.
Jokowi lantas membahas dosis vaksin yang telah disuntikan kepada masyarakat. Baginya, kesulitan-kesulitan untuk pendistribusian vaksin ke seluruh Indonesia merupakan tantangan tersendiri. Namun, berkat kerjasama yang baik antar instansi dan masyarakat Jokowi mengklaim telah sukses menyuntikan 432 juta dosis vaksin hingga angka pandemi covid 19 di Surabaya turun drastis.
“Di Eropa itu masih ada kasus (covid 19) nya 180 ribu ada yang 90 ribu ada yang masih 70 ribu. Artinya apa? Kita bersama gotong royong berhasil mengatasi pandemi ini,” tegasnya.
Selain membahas pandemi Covid 19, Jokowi lantas membahas krisis pangan dan energi yang kini dihadapi oleh seluruh negara di dunia. Ia mengklaim, jika harga pertalite di Indonesia cukup rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara di dunia.
“Krisis energi, cari bensin sulit, mau beli solar susah. Beli di negara lain harga 3 kali lipat. Pertalite dan pertamax di Indonesia hanya Rp 7.650. Afrika banyak yang kelaparan, kita sebagai negara produksi beras tidak kekurangan. Patut kita syukuri,” jelasnya.
Usai melakukan sambutan, Jokowi lantas membagikan jaket yang sedang ia pakai bertuliskan G20 warna merah. Selain Jaket, Jokowi juga membagikan sejumlah kaos berwarna hitam ke relawan dan wartawan. (ang/kun)






