Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, memiliki dua program besar tahun ini, yakni program kemandirian energi dan kemandirian pangan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno meminta masyarakat Jember mendukung dua program besar ini.
“Jember mempunyai tema yang cukup menggairahkan kita semua dan harus berkolaborasi bersinergi, yaitu ‘Wes Wayahe Jember Mandiri Energi’ dan ‘Wes Wayahe Jember Mandiri Pangan’. Dua tema ini mudah dikatakan, tapi harus diperjuangkan bersama-sama,” kata Bupati Hendy Siswanto, dalam acara acara silaturahim dengan pengurus dan kader Partai Persatuan Pembangunan di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Minggu (15/1/2023) sore.
“Jangan biarkan matahari lewat begitu saja. Jangan biarkan air mengalir begitu saja. Esensi dua-duanya ini terjemahannya adalah mandiri energi dan mandiri pangan. Kita juga diingatkan oleh Gusti Allah: ‘nikmat mana yang engkau dustakan’. Ada matahari engkau biarkan, ada air engkau biarkan,” kata Hendy.
Dua program ini, menurut Hendy, akan dikemas dalam bentuk kerja nyata. “Kami punya 2,6 juta penduduk dan 612 ribu UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Saking banyaknya, bingung jenisnya. Mau memilih yang sebelah mana, dan kami punya 248 desa dan kelurahan, kami memilih produk unggulan. Kami punya 248 produk unggulan yang ada di desa-desa. Satu desa satu produk,” katanya.
Selain ‘Satu Desa Satu Produk’, Hendy mengatakan, produk turunan UMKM di Jember sangat banyak. “Ini tentunya dalam kondisi seperti ini, ini satu aset luar biasa. Di situ ada tantangan dan ada kerja inovasi kita perlu kreativitas kita. Ekonomi kreatif harus dimunculkan bersama-sama, seiring pariwista di Jember,” kata Hendy.
Inovasi sudah diawali Pemkab Jember dengan menggelar sejumlah kegiatan di alun-alun jelang akhir 2022. “Alhamdulillah pada September kemarin, saat harga BBM naik, Jember bisa menekan inflasi, terbaik se-Indonesia. Kami mendapatkan hadiah dari Presiden Rp10,34 miliar. Uang itu kami distribusikan kepada warga yang membutuhkan. Ini bukti nyata bahwa ekonomi kreatif UMKM adalah segala-galanya saat ini,” kata Hendy.
“Saat ini kami tidak berpikir jauh ke depan tentang bagaimana mengekspor (komoditas). Kami mau bermain di dalam dulu. Jangan sampai kita lengah. Melihat yang jauh, tapi di depan mata, ada yang kita olah dengan kekuatan masyarakat dan sumber daya alam luar biasa,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Jember”]
Sepanjang 2022, Pemkab Jember berhasil mengoleksi 145 penghargaan dari berbagai pihak. “Ini bukti nyata yang bisa dikembangkan dari potensi yang ada, kalau kita bisa memutar perekonomian dengan cepat di Jember, nggak pakai lama,” kata Hendy.
Hendy bersyukur daya beli masyarakat membaik dan angka kemiskinan di Jember turun. “Angka pengangguran turun. Cukup lumayan pada 2022 dalam kondisi awal pasca Covid,” katanya.
Mendengar paparan itu, Sandiaga meminta agar kemandirian pangan dan energi yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Jember didukung oleh masyarakat. “Sekarang harga-harga melambung tinggi. Pak Bupati tadi bilang mandiri pangan berarti harus didukung. Karena sekarang harga-harga tinggi, biaya hidup tinggi,” katanya
“Insya Allah kalau kita berusaha UMKM di bidang pangan, omzet kita akan meningkat. Kalau omzet meningkat, kita bisa mendapat penghasilan lebih. Kalau mendapat penghasilan lebih, kita bisa mencicil utang. Setelah mencicil utang pada tahun 2023 berkurang utangnya, dan pada 2024.
“Saya kagum sekali dengan pencapaian Jember. Saya sempat ikut berjuang bersama Pak Hendy dan Pak Wakil Bupati. Saya sangat bangga karena hasil yang kita perjuangkan telah terlihat. Memang Jember semakinm keren,” kata Sandiaga. [wir/beq]






