Banyuwangi (beritajatim.com) – Di depan Ibu Negara Iriana Jokowi, Bupati Ipuk Fiestiandani memaparkan penanganan stunting di Banyuwangi berjalan baik dan cerdas. Tidak hanya dilakukan satu arah, namun menggandeng berbagai lapisan terlibat. Sehingga tidak hanya memberi dampak pada tingkat stunting yang menurun, tetapi juga berdampak ekonomi bagi warga. Salah satu upaya itu yakni melibatkan pedagang sayur alias mlijoan.
Saat Ibu Negara Iriana Joko Widodo berkunjung ke Banyuwangi dalam rangka meninjau penanganan stunting, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan gagasan dan upaya yang telah dilakukan. Ipuk menjelaskan, penanganan stunting menjadi tujuan utama. Namun di lain sisi hal itu juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Misal, memberi dampak ke pelaku usaha kecil. Pasalnya, program ini sengaja tidak membeli makanan dari pabrikan besar, melainkan dari pedagang sayur keliling alias mlijoan tersebut. Mereka mengantarkan bahan makanan tiap hari dengan menu berbeda sesuai analisis ahli gizi dari Puskesmas.
BACA JUGA:
Pesan Ibu Negara Soal Penanganan Stunting di Banyuwangi
“Jadi orang tua balita stunting tidak usah bayar untuk bahan makanan yang dikirimkan ini, karena sudah dibayar Pemkab Banyuwangi. Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui. Ibu hamil berisiko tinggi dan balita stuntingnya terbantu, penjual sayur keliling pun dapat tambahan penghasilan,” ungkap Ipuk, Selasa (25/7/2023).
Tidak hanya itu, Bupati Ipuk juga menyampaikan gerakan lain untuk mendukung penanganan stunting di daerahnya. Salah satunya melalui gerakan ASN berbelanja makanan bergizi. “Sebulan sekali, kita juga gerakkan ribuan ASN untuk belanja makanan bergizi lewat Hari Belanja UMKM, hasilnya kita donasikan untuk penanganan stunting,” imbuhnya.
Mendengar penjelasan itu, Ibu Negara Iriana menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan Banyuwangi patut dilanjutkan.
BACA JUGA:
BKKBN dari 16 Provinsi Workshop Bahas Stunting dan Kemiskinan di Banyuwangi
Bahkan,l dalam kesempatan lain, Ibu Negara juga bertemu dan berdialog dengan remaja calon pengantin, ibu menyusui, dan ibu yang memiliki anak stunting. “Senang bertemu dengan ibu-ibu bisa sharing tentang kesehatan keluarga. Sehat-sehat terus semua,” tambah Iriana.
Penanganan stunting saat ini menjadi perhatian pemerintah. Pemerintah memiliki target tingkat stunting secara nasional pada tahun 2024 dapat berada di bawah 14 persen. Di Banyuwangi upaya penanganan stunting terus digenjot dengan melibatkan berbagai pihak. Di antaranya dengan pengiriman makanan bergizi setiap hari untuk ibu hamil dan balita stunting untuk hampir 1.300 jiwa sasaran. [rin/suf]






