Jombang (beritajatim.com) – Satria, seorang bocah SMP asal Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno, menghembuskan napas dalam-dalam. Pandangannya menyapu sekeliling halaman rumah warga yang digunakan sebagai tempat parkir.
Di sana, sepeda motor matik warna putih milik ibunya, Nurkhomariyah, seharusnya terparkir dengan aman. Namun, benda yang sangat berarti itu kini hilang tak berbekas. Panik, ia mulai mencari ke sana ke mari, berharap ada yang melihat keberadaannya. Tapi tak ada. Bahkan, warga sekitar hanya menggelengkan kepala, seolah tak tahu apa-apa.
Kesenian kuda lumping yang meriah di Dusun Dukuhsanan, Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, dengan alunan gamelan yang berpadu riuh, seakan tak mampu meredakan kegelisahan di hati Satria. Ia yakin, sepeda motor ibunya sudah berpindah tangan. “Mungkin sudah dibawa kabur,” gumamnya, menahan kesedihan yang semakin mencekam.
Hilangnya sepeda motor itu ternyata terekam dalam kamera CCTV milik warga setempat. Dua orang pria terlihat dengan jelas membawa kabur motor tersebut pada Selasa, 17 Februari 2026.
Dalam rekaman itu, satu pelaku mengenakan helm biru, baju hitam, dan celana pendek, sementara yang lain tanpa helm dan memakai masker. Mereka tiba di lokasi menggunakan sepeda motor Genio warna hitam kombinasi biru, namun setelah aksinya, mereka melarikan diri dengan motor masing-masing.
Ahmad Rizal Wahyono, Kepala Dusun Dukuhsanan, menjelaskan bahwa peristiwa pencurian itu merupakan yang pertama kali terjadi di desanya. “Mungkin pelaku memanfaatkan momen kesenian yang ramai ini, saat para penonton asyik menikmati pertunjukan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, meski pelaku tidak dikenal, rekaman CCTV memberikan petunjuk berharga yang sedang ditelusuri oleh pihak berwajib.
Satria, yang tak bisa menahan kekecewaannya, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mojoagung. Kompol Yogas, Kapolsek Mojoagung, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tentang peristiwa tersebut dan kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Kami mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dan waspada saat memarkir sepeda motor, terutama jika harus meninggalkannya dalam waktu lama. Pelaku kejahatan sering kali memanfaatkan kelengahan korban,” pesannya, Kamis (19/2/2026). [suf]






