Ringkasan Berita:
- Militer Israel mencegat armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotila 2.0 menuju Gaza.
- Sembilan WNI ikut dalam rombongan, termasuk tiga jurnalis Indonesia dari Republika dan Tempo TV.
- Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menggunakan jalur diplomatik untuk pembebasan para WNI.
- Penangkapan terjadi di perairan internasional sekitar 310 mil laut dari Gaza.
Jakarta (beritajatim.com) – Angkatan Laut Israel mencegat dan menangkap rombongan kru serta awak kapal Global Sumud Flotila 2.0, koalisi masyarakat sipil internasional yang berupaya mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina, Senin (18/5/2026). Dalam rombongan tersebut terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk tiga jurnalis dari media nasional.
Tiga jurnalis Indonesia yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV. Mereka tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
Armada Global Sumud diketahui berangkat dari Kota Marmaris, Turki, pada Kamis (14/5/2026), bersama 54 kapal dengan awak yang berasal dari sekitar 70 negara. Armada tersebut membawa bantuan makanan dan obat-obatan untuk warga Gaza.
Saat dicegat militer Israel, rombongan kapal dilaporkan berada di perairan internasional sekitar 310 mil laut dari Gaza.
Ketua Dewan Pers, Prof. Komaruddin Hidayat, mendesak pemerintah Indonesia segera menggunakan jalur diplomatik untuk membebaskan para jurnalis dan warga sipil Indonesia lainnya yang ditangkap militer Israel.
“Dewan Pers meminta pemerintah Indonesia menggunakan jalur diplomatiknya untuk membebaskan wartawan dan warga sipil Indonesia lainnya yang ditangkap militer Israel. Termasuk membantu pemulangannya ke Indonesia,” kata Komaruddin dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
Menurut Komaruddin, Dewan Pers telah melakukan komunikasi dengan pimpinan redaksi Republika dan Tempo TV guna memastikan perkembangan situasi para jurnalis Indonesia yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut.
Kedua media, kata dia, telah menerima informasi yang terkonfirmasi terkait penangkapan awak media mereka oleh militer Israel pada Senin malam waktu Jakarta.
Dewan Pers juga mengecam tindakan pencegatan dan penangkapan terhadap jurnalis Indonesia bersama awak sipil lainnya yang tengah menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.
“Kami mengecam tindakan militer Israel yang melakukan pencegatan dan penangkapan terhadap jurnalis Indonesia bersama awak sipil lainnya di perairan internasional saat dalam perjalanan menuju Gaza, Palestina,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali memicu sorotan internasional terhadap keselamatan pekerja media dan relawan sipil yang terlibat dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah konflik Gaza di tengah memanasnya situasi Israel-Palestina. [hen/beq]






