Malang (beritajatim.com) – Dewan Pengupahan Kabupaten Malang mengusulkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2024 di wilayahnya naik sebesar 4,04 persen alias Rp131.907,59. Upah buruh di Kabupaten Malang yang awalnya Rp3.268.275 diusulkan naik menjadi Rp3.400.182,59 rupiah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Dinaker) Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo mengatakan, jumlah tersebut masih berupa usulan yang dihasilkan dari rapat pleno yang bergulir sejak dua hari kemarin.
Dikatakan Yoyok, seluruh elemen dewan pengupahan terlibat dalam rapat pleno tersebut. Mereka membuat rumusan formula dan reguasi dengan berpedoman kepada Peraturan Pemerintah (PP) 51 Tahun 2023 yang merupakan perubahan PP 36 tahun 2021. Besaran usulan juga memperhatikan iklim investasi dan keberlangsungan ekonomi.
“Harapannya mampu jadi daya tarik untuk mendatangkan investor menampakkan investadi di Kabupaten Malang. Dengan banyak investasi harapan mampu mengurangi pengangguran, menyerap tenaga kerja,” ucap Yoyok, Rabu (22/11/2023).
Selanjutnya, hasil dari rapat pleno tersebut akan disampaikan Bupati Malang sebagai dewan pembina kepada Dewan Pengupahan Jawa Timur (Jatim).
“Pleno tersebut melalui sebuah perdebatan diskusi, akhirnya memutuskan menggunakan formula dengan alpha 0,20. Itu hanya berupa usulan, mendapatkan besarna kenaikan besaran sekitar 4,04 persen. Jika dirupiahkan Rp131.907,59 ribu,” terangnya.
Dari Bupati Malang, selanjutnya akan direkomendasikan ke Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Gubernur Jatim untuk penetapan.
BACA JUGA:
Kementan Bangun 20 Pabrik Gula Baru, Salah Satunya di Malang
“Usualn hasil plesno itu nanti yang akan direkomkan oleh bupati ke gubernur untuk mendapat penetapan. Besarannya diterima atau menjadi kecil, besar atau sama dengan usulan itu tergantung dari provinsi (Pemprov). Kami hanya mengusulkan saja,” jelasnya.
Hasil dari keputusan Gubernur Jatim, nantinya akan diberikan atensi. Dengan harapan, mekanisne UMK berjalan lancar.
“Sehingga, hubungan akan terjalin aman kondufsif dan produktif. Harapannya dapat menarik iklim investasi di Kabupaten Malang,” pungkas Yoyok. [yog/but]






