Surabaya (beritajatim.com) – Lumajang merupakan salah satu daerah di provinsi Jawa Timur, letaknya berbatasan langsung dengan Probolinggo, Malang, dan Jember.
Karena termasuk daerah dataran tinggi, tak ayal banyak destinasi alam yang dapat dijadikan opsi kala berlibur ke Kota Pisang ini. Berikut beberapa destinasi wisata alam yang ada di Lumajang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”wisata-lumajang”]
Antrukan Pawon
Salah satu wisata alam di Kecamatan Gucialit yang belum banyak dikunjungi orang, Antrukan Pawon merupakan destinasi air terjun yang perlu dimasukkan ke dalam list perjalanan ketika berkunjung ke Lumajang. Untuk penyuka tantangan, tentu akan sangat tertarik berkunjung ke sini, karena medannya yang cukup berat.
Air terjun Antrukan Pawon ini cukup unik. Air yang mengalir dari atas goa seolah masuk dalam tungku perapian yang kerap digunakan masyarakat desa untuk memasak. Hal tersebut yang membuat wisata ala ini dinamakan Antrukan Pawon. Antrukan sendiri bermakna air terjun atau coban.
Gunung Lemongan
Jika di Lumajang identik dengan gunung tertinggi di Pulau Jawa, Semeru. Perlu diketahui juga bahwa di Kota Pisang ini ada wisata pegunungan lain selain itu, yakni Gunung Lemongan. Lokasi gunung yang mirip dengan gunung Fuji di Jepang itu berlokasi di Kecamatan Klakah.
Para pendaki pemula maupun pendaki yang ingin sekadar menikmati tantangan cukup ringan, Gunung Lemongan bisa dijadikan pilihan. Karena puncak gunung ini hanya mencapai 1.676 mdpl saja, jadi bisa ditempuh dengan waktu yang relative lebih singkat.
P30
Puncak 30 atau biasa disebut P30 berada di desa Senduro. Dinamakan P30 karena letaknya yang berada di atas ketinggian 3000 mbpl. Dari sudut pandang ini, tampak hamparan keindahan Bromo sangat menakjubkan. Menoleh ke seluruh penjuru arah pun tak lepas dari pemandangan alam yang indah lainnya, seperti gunung semeru dan hamparan lereng-lerang persahwahan warga.
Meski perjalanan cukup menanjak, namun tidak perlu khawatir, banyak jasa ojek yang bisa menjadi pilihan untuk sampai ke negeri di atas awan tersebut. Perjalanan cukup panjang menuju ke puncak akan tetap terasa sangat menyenangkan karena pemandangan hijau lereng di perbukitan menjadi hiburan tersendiri.
Kapas Biru
Air terjun Kapas Biru berada di desa Pronojiwo. Panorama air terjun yang menjulang tinggi diantara tebing-tebing ini membuat setiap mata tak ingin lepas menatapnya. Derai air yang deras turun ke dasar tersebut tampak lembut layaknya kapas. Jika dilihat lebih dekat, gradasi kebiru-biruan mewarnai air terjun yang memiliki tinggi sekitar 100 meter, itulah alasan mengapa air terjun ini dinamakan Kapas Biru.
Kebun Teh Gucialit
Perkebunan teh Kertowono yang merupakan salah satu penghasil daun teh berkualitas tersebut, juga kerap dijadikan opsi untuk berwisata alam di Lumajang. Hamparan hijau perkebunan tentu dapat menjernihkan mata setelah penat dengan rutinitas di rumah, sekolah, maupun tempat kerja.
Agrowisata ini berlokasi di Kecamatan Gucialit. Selain biaya masuknya yang cukup murah, yakni Rp 5 ribu saja, akses menuju lokasi kebun the ini juga cukup mudah, pengunjung bisa menggunakan mobil ataupun motor. [fyi/bjo]






