Jember (beritajatim.com) – Petani di Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, sukses mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan mulai menggunakan pupuk organik secara masif. Mereka menjadi percontohan petani di Jember.
“Di sana petani sudah menggunakan 25 persen pupuk kimia, dan 75 persen pupuk organik, dan sudah berkembang dari 25 hektare menjadi 50 hektare,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember Imam Sudarmaji, ditulis Selasa (25/10/2022).
Keberhasilan petani di Wonosari mendapat apresiasi Pemerintah Provinsi. “Wilayah di sana akan dicanangkan menjadi Desa Manajemen Tanaman Sehat,” kata Imam. Lahan di Wonosari sudah dicoba untuk budidaya padi dan jagung. Rencananya pencanangannya akan dilaksanakan pada November 2022.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jember”]
“Kami ingin mengajak kelompok tani perwakilan di masing-masing kecamatan untuk ke Wonosari,” kata Imam. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember juga sedang mencari petani di semua desa di Jember yang bersedia menyediakan lahan percontohan pertanian organik.
“Terus terang, kalau pemerintah tidak punya lahan di mana-mana. Jadi kami sampaikan kepada kelompok tani. Harapannya petani di Jember setelah diajarkan cara pembuatan pupuk organik, lahan demplotnya di mana. Tidak hanya bisa membuat. Tapi kami memang minta demplot (lahan pertanian percontohan) di mana. Ini ada petani yang mau, banyak yang tidak mau, walau pun itu di kelompok tani,” kata Imam.
Ketua Komisi B DPRD Jember Siswono meminta agar saat panen raya padi yang menggunakan pupuk organik, seluruh petani di desa tersebut diundang untuk menyaksikan. “Jadi bisa memotivasi petani lainnya,” katanya. Panen raya juga disarankan tak hanya jadi kegiatan simbolis.
“Pemkab Jember memang tak punya aset sawah. Tapi kalau mau jadi terobosan kebijakan, pemerintah bisa memberikan bantuan bibit dan pupuk. Kelompok tani hanya menyediakan lahan. Kalau sukses, mereka diberi bantuan. Kalau hanya membantunya sepotong-sepotong tidak bisa. Harus total,” kata Siswono. [wir]






