Pasuruan (beritajatim.com) – Kabupaten Pasuruan memiliki dua jalur besar diaataranya yakni jalur pantura dan juga jalur bypass. Kedua jalur besar ini menjadikannya jalur yang rawan dengan kecelakaan.
Seperti jalur bypass yang menghubungkan antara Surabaya dan Malang. Jalur tersebut melintasi dua wilayah yakni Kabupaten Sidoarjo dan juga Kabupaten Pasuruan. Untuk di wilayah Kabupaten Pasuruan sendiri, jalur bypass melewati lima kecamatan,diantaranya Gempol, Pandaan, Sukorejo, Purwosari, dan juga Purwodadi.
Jalur yang muat untuk dua truk ini juga terbilang sangat besar, sehingga tak sering juga para pengendara memacu kendaraannya melebihi batas yang sudah ditentukan. Sehingga terjadi kecelakaan.
Seperti halnya di Kecamatan Purwodadi yang menjadi pembatas antara Kabupaten Pasuruan dan juga Kabupaten Malang sering terjadinya kecelakan. Dalam kurun waktu enam bulan ini, di Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi sudah ada enam kejadian kecelakaan.
“Dalam kurun waktu hampir enam bulan ini sudah ada enam kejadian kecelakaan, yang mengakibatkan lima orang meninggal dunia, dan juga lima orang luka ringan,” jelas Kanit Gakum Polres Pasuruan, Ipda A Kunaefi, Rabu(26/6/2024).
Sementara itu sebelumnya pada bulan April 2024 lalu selama seminggu terdapat kecelakaan di wilayah Purwodadi sebanyak tiga kali. Sehingga hal ini membuat jalan tersebut sangat rawan dengan kecelakaan. Ditambah lagi dengan kontur jalan yang menurun yang membuat kebanyakan kendaraan mengalami rem blong.
Hal ini membuat pihak kepolisian khususnya Satlantas Polres Pasuruan menghimbau kepada seluruh masyarakat agar memastikan kondisi keseluruhan kendaraan dan juga pengendaranya.
Kami menghimbau para pengendara untuk senantiasa pastikan fisik pengendara dan fisik kendaraan dalam keadaan yang baik dan prima. Agar masing-masing pengendara bisa selamat sampai tujuan,” tutupnya. (ada/ian)






