Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Desa Deketagung, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, tak lama lagi akan memiliki klinik desa, sebagai salah satu bentuk perhatian terhadap kesehatan warganya.
Kepala Desa Deketagung, Mujiono, menyatakan pembangunan klinik rawat inap yang menggunakan Dana Desa tersebut secara fisik sudah selesai.
“Alhamdulillah secara fisik sudah jadi, alat-alat medis sudah siap,” kata Mujiono, Selasa (6/8/2024).
Menurut mujiono, meskipun bangunan dan alat-alat kesehatan sudah siap, namun klinik tersebut belum bisa beroperasi, karena masih banyak yang harus dipersiapkan, termasuk berbagai dokumen sebagai syarat operasional.
“Saat ini masih proses perizinan, semoga dalam waktu dekat bisa selesai. Kemudian persiapan sumber daya manusia (SDM), termasuk kader kader kesehatan,” kata pria yang pernah menjadi bagian dari Komite Medik RSUD Ibnu Sina Gresik tersebut.
Dalam mempersiapkan kader kesehatan, Pemerintah Desa Deketagung akan dibantu oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya, yang sedang melaksanakan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) di desa setempat.
Program yang diselenggarakan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) tersebut berlangsung sampai bulan Oktober mendatang, dan akan terus dievaluasi pelaksanaannya.
Tim yang diketuai oleh Adyatma Eka Estiawan ini mengusulkan program Pembinaan Peran Kader Desa Sehat melalui Partnership Community System dalam Penanganan Penyakit Metabolik dan Stunting.
Adyatma menyebutkan sejak bulan Juni yang lalu, dirinya bersama 15 orang anggota BEM FK UM Surabaya melakukan studi pendahuluan di Desa Deketagung, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan.
Dari hasil studi pendahuluan tersebut, mereka lalu merumuskan sebuah program untuk peningkatan keterampilan bagi kader kesehatan Desa Deketagung.
“Jadi kami melakukan rangkaian kegiatan ini biar kader makin luas wawasannya, bisa skrining kesehatan dan pada akhirnya bisa memberikan rekomendasi rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat” katanya. [fak/aje]






