Surabaya (beritajatim.com) – Meski baru belakangan isu kesehatan mental menjadi perhatian banyak masyarakat. Sebenarnya, sudah sejak lama isu ini dibicarakan dan dikampanyekan. Salah satunya melalui film.
Berikut ini, beberapa film yang mengangkat isu kesehatan mental dan kenapa isu ini menjadi penting untuk lebih diperhatikan.
1. Black Swan (2011)
Film bergenre horror-psikologi ini memberikan gambaran bagi penonton bagaimana sikap perfeksionis dan ambisius bisa menghancurkan diri. Black Swan berkisah tentang Nina, seorang ballerina yang berbakat. Ia memiliki obsesi untuk bisa tampil sempurna dan mendapat peran utama di pementasan Swan Lake Tchaikovsky. Yang mana peran utama tersebut mengharuskan Nina berkepribadian ganda, yakni sebagai White Swan yang baik, dan Black Swan yang berani dan sensual.
Namun sayang, Nina dinilai tidak cukup baik, ia hanya bagus saat memerankan White Swan. Inilah yang membuat ambisi Nina meningkat, hingga tanpa ia sadari, ia mulai mengalami gangguan delusi dan halusinasi.
2. Trilogi Glass (Unbreakable 2000, Split 2016, Glass 2019)
Secara berurutan, trilogy Glass ini mengisahkan seorang pria bernama Kevin Wendell yang diperankan oleh James MacAvoy. Ia memiliki 23 kepribadian berbeda dalam dirinya.
Kepribadian tersebut bisa berubah-buah secara tak menentu, yang membuat Kevin kehilangan kontrol atas dirinya. Ia mengalami kepribadian ganda bukan tanpa sebab, melainkan rasa trauma masa lalu akibat ibunya yang sering menganiayanya saat masih kecil.
3. Joker (2019)
Saat membahas film yang mengangkat isu kesehatan mental, maka tak lengkap jika Joker tidak masuk dalam salah satunya. Film bergenre psychological thriller ini menceritakan tentang kisah Joker, musuh dari superhero DC, Batman.
Digambarkan bagaimana awal mula ia bisa menjadi jahat dan penuh kegilaan seperti itu. Sosok aslinya bernama Arthur Fleck. Pria baik, penyayang, dan suka menghibur orang. Namun, sering diperlakukan tak baik oleh orang-orang di kota tempat ia tinggal.
Ia mengalami kekerasan dan sering dipermalukan di depan umum. Meski sempat meminta bantuan ke psikolog, namun sepertinya Arthur sudah tak tahan lagi. Film ini sempat memberi efek yang besar kepada penontonnya, bahkan ungkapan “orang jahat adalah orang baik yang tersakiti” sempat menjadi populer.
4. All the Bright Places (2020)
Kali ini, film yang juga mengangkat kesehatan mental ini bergenre drama romantis. Tentang seorang gais SMA bernama Violet yang merasa trauma akibat kakaknya yang meninggal karena kecelakaan.
Bahkan ia sempat berpikir untuk melakukan bunuh diri. Namun, semua rasa sedih itu sirna berkat Finch, teman satu sekolahnya yang mencegah Violet untuk melakukan bunuh diri. Secara perlahan, Finch membantu Violet menghilangkan traumanya, dan mereka jatuh cinta.
Tetapi tak ada yang tahu jika ternyata Finch memiliki masalahnya sendiri. Ia ternyata menderita gangguan bipolar akibat kekerasan fisik yang dilakukan ayahnya sewaktu ia kecil. Sampai akhirnya, Violet yang sudah kembali ceria menemukan Finch harus pergi karena bunuh diri. [mnd/tur]






