Malang (beritajatim.com) – Derby Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya harus berakhir imbang 1-1 pada pekan ke-30 Liga 1. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin (28/4/2025) itu menyuguhkan tensi tinggi sejak menit awal.
Arema FC sebenarnya tampil dominan sepanjang laga. Mereka mencatatkan sejumlah peluang emas, tetapi hanya mampu mencetak satu gol melalui Thales Lira pada menit ke-70. Pelatih Arema FC, Ze Gomes, menyayangkan hasil tersebut dan menilai penyelesaian akhir yang buruk menjadi penyebab utama.
“Dalam pertandingan ini Arema bermain bagus, pemain bagus dan mempunyai banyak peluang. Harusnya kita dilaga ini mendapat tiga poin dan mencetak beberapa gol,” ujar Gomes.
Meski begitu, Gomes tetap mengapresiasi kerja keras yang ditunjukkan para pemainnya. Ia menyebutkan bahwa anak asuhnya telah berjuang keras, tidak hanya di laga ini, tetapi juga di dua pertandingan sebelumnya, walaupun hasilnya belum memuaskan.
“Dalam 3 laga ini memang tidak baik hasilnya. Tapi kita selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik,” ujar Gomes.
Gomes menegaskan bahwa penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah yang mendesak untuk diselesaikan. Menurutnya, ketajaman lini depan Arema FC menurun dalam tiga laga terakhir sehingga tidak mampu memaksimalkan peluang yang ada.
“Penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah bagi kami karena dalam tiga laga terakhir Arema gagal memanfaatkan sejumlah peluang gol. Lawan Persebaya kita punya 3 sampai 4 peluang mencetak gol tapi gagal jadi penyelesaian akhir ini saya harapan lebih bagus,” ujar Gomes.
Dengan hasil imbang ini, Arema FC masih harus berjuang keras untuk memperbaiki posisi di klasemen. Perbaikan sektor penyelesaian akhir akan menjadi fokus utama Ze Gomes jika ingin membawa Singo Edan kembali ke jalur kemenangan. [luc/suf]






