Roma (beritajatim.com) – Nyaris tiap musim Derby della Capitale selalu beraroma persaingan zona Eropa. Termasuk musim ini. SS Lazio saat ini ada di posisi 6 dengan 55 poin dan AS Roma satu strip di bawahnya dengan 53 poin. Hanya selisih sedikit dari Bologna FC yang ada di tempat keempat dengan 57 poin.
Tetapi, dalam lima musim terakhir, Lazio selalu finis di atas ASR di empat musim di antaranya. Hanya musim lalu ASR finis di atas Lazio (posisi 6 berbanding posisi 7).
Situasi tersebut yang membuat Giallorossi mengusung misi melanjutkan tren musim lalu jelang derbi edisi ke-201 Senin (14/4) dini hari di giornata ke-32. Kemenangan pada laga yang dimainkan di Stadio Olimpico, Roma, bakal membuat ASR menyalip posisi Lazio.
Apalagi, ASR on fire dengan nirkalah di 15 giornata terakhir sejak mengalahkan Parma Calcio (23/12/2024). Rinciannya, 11 menang dan 4 seri.
Sebaliknya, Lazio di rentang waktu yang sama hanya mendapat enam kemenangan. Total, dalam 15 giornata terakhir Lazio mendapat 6 menang, 6 seri, dan 3 kalah. Termasuk keok 0-2 pada derbi edisi ke-200 (7/1).
Lebih jauh, derbi kali ini sekaligus jadi yang terakhir bagi allenatore ASR Claudio Ranieri. Pelatih yang membawa Leicester City kampiun Premier League 2015–2016 itu akan pensiun pada penghujung musim ini. Bek veteran ASR Mats Hummels juga akan pensiun pada akhir musim ini.
“Akan sangat menyenangkan bisa memenangi derbi (terakhir, Red). Kami harus mempersembahkan yang terbaik bagi tifosi,” ujar Ranieri dilansir Football Italia.
Perkiraan pemain
SS Lazio (4-2-3-1):
94-Provedel (g); 77-Marusic, 34-Gila, 13-Romagnoli, 3-Pellegrini; 8-Guendouzi, 6-Rovella; 18-Isaksen, 19-Dia, 10-Zaccagni (c); 11-Castellanos
Pelatih: Marco Baroni
AS Roma (3-4-2-1):
99-Svilar (g); 23-Mancini, 15-Hummels, 5-Ndicka; 56-Saelemaekers, 17-Kone, 16-Paredes, 3-Angelino; 18-Soule, 7-Pellegrini (c); 11-Dovbyk
Pelatih: Claudio Ranieri
[dio/beq]






