Paris (beritajatim.com) – Musim depan, Ligue 1 Prancis akan diramaikan dengan atmosfer baru: derbi sekota antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Paris FC. Kepastian ini diperoleh setelah Paris FC memastikan promosi otomatis ke kasta tertinggi Liga Prancis usai bermain imbang 1-1 melawan FC Martigues pada journee ke-33 Ligue 2 dini hari tadi.
Hasil tersebut membuat Paris FC mengoleksi 66 poin, unggul empat poin dari FC Metz di peringkat ketiga, dengan hanya satu pertandingan tersisa. Artinya, posisi dua besar yang menjamin tiket promosi otomatis tak lagi terkejar, menandai kembalinya Paris FC ke Ligue 1 setelah 35 tahun absen.
Duel antara Paris FC dan PSG akan menjadi derbi Paris pertama di Ligue 1 sejak era 1990-an. Uniknya, pertandingan ini hanya akan dipisahkan jarak 40 meter karena Paris FC memutuskan pindah kandang ke Stade Jean-Bouin—stadion yang terletak persis di sebelah Parc des Princes, markas PSG. Sebelumnya, Paris FC bermarkas di Stade Sebastien Charlety yang berjarak 8 kilometer dari Parc des Princes.
Keputusan pindah ke Stade Jean-Bouin akan berlaku mulai musim 2025–2026 hingga 2028–2029. Stadion ini juga dikenal sebagai markas tim rugby Stade Francais. Hal ini membuat derbi Paris punya ciri khas tersendiri dibandingkan derbi lain di Eropa.
Meski ada derbi yang lebih dekat secara geografis seperti Derby della Madonnina (AC Milan vs Inter Milan) atau Derby della Capitale (Lazio vs AS Roma) yang sama-sama menggunakan satu stadion, derbi dengan stadion berbeda memberikan warna tersendiri. Tidak ada klaim siapa pemilik stadion, melainkan kebanggaan pada markas masing-masing.
“Paris FC adalah proyek ambisius kami. Meski begitu, Anda tidak akan mendengar hal negatif tentang PSG dariku (meski akan jadi rival sekota musim depan),” ujar Antoine Arnault, pemilik saham mayoritas Paris FC dan CEO Christian Dior, kepada AFP. [dio/beq]






