Surabaya (beritajatim.com) – Tim Densus 88 Mabes Polri dikabarkan melakukan penggeledahan di Pergudangan Mutiara Margomulyo Permai, Blok A 44 Tandes, Surabaya, Rabu (2/11/2022). Penggeledahan tersebut disinyalir lantaran salah satu karyawan pergudangan tersebut sebelumnya telah ditangkap oleh polisi karena kasus dugaan teroris.
Ketua RT 01, Agus mengatakan, dirinya sempat diajak petugas kepolisian melakukan penggeledahan di dalam sebuah gudang yang berlokasi di kawasan jalan tersebut, sekitar pukul 13.30-15.00 WIB. Seingatnya, para petugas berdatangan melakukan penggeledahan di gudang tersebut menggunakan sekitar lima kendaraan jenis SUV dan minibus elf.
Selama menggeledah, petugas juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, yang diwadahi dalam sebuah tas ransel, dan berbagai gadget dan ponsel. “Saya rasa satu tas gitu aja. Sama handphone atau gimana. Jumlah tas satu. Tadi ada 4-5 mobil, iya mobil jenis SUV dan minibus,” katanya saat ditemui beritajatim di rumahnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”teroris-surabaya”]
Berdasarkan informasi yang diketahui Agus, sebelum melakukan penggeledahan di gudang penyimpanan barang rumah tangga tersebut petugas kepolisian sempat melakukan penangkapan seorang terduga teroris. Hanya saja, ia tidak mengetahui, kapan dan dimana sosok terduga teroris tersebut diamankan oleh petugas.
“Penggeledahan dari Polda. Dari pihak kepolisian. Sebelumnya kabarnya (teroris) sudah ditangkap dulu. Mungkin tadi penangkapannya sehabis zuhur atau bagaimana. Penangkapannya di lokasi, iya gudang. Istilahnya gudang barang rumah tangga. Alamatnya, Mutiara Margomulyo Permai, Blok A 44,” pungkasnya.
Berdasarkan keterangan warga, terduga pelaku yang diamankan oleh polisi masih bekerja kurang dari dua minggu. Beritajatim.com lantas mendapatkan informasi jika polisi juga menuju sebuah kos di Kendung gang 3 untuk melakukan penggeledahan.
Dari informasi warga, petugas datang dengan 2 mobil polisi dan 1 mobil inafis. Namun, petugas gagal menggeledah kamar kos tersebut lantaran pemilik kos tidak bisa dihubungi. Warga juga menyebut bahwa dalam kamar kos yang dituju polisi tersebut tinggal satu orang laki-laki dan dua perempuan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto saat dihubungi hanya membaca pesan yang dikirimkan tanpa memberi komentar. [ang/suf]






