Bondowoso (beritajatim.com) – Di balik perubahan struktur pengelolaan Ijen Geopark, muncul sosok baru yang kini memegang peran strategis. Ia adalah Dendy Ramadhani (38), warga Desa Tlogosari, yang ditunjuk sebagai Ketua Tim Teknis Ijen Geopark Bondowoso.
Penunjukan ini menarik perhatian karena latar belakang Dendy yang tidak lazim di dunia geopark. Ia bukan berasal dari disiplin geologi, teknik lingkungan, atau pariwisata, melainkan Magister Hukum Islam dan alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid.
Namun, pengalaman lapangan justru menjadi kekuatan utamanya.
Sebelum dipercaya memimpin tim teknis, Dendy telah lama berkecimpung di sektor pariwisata Bondowoso. Pada 2022, ia mendirikan layanan perjalanan Raung Ijen Overland yang fokus pada wisata petualangan jalur darat menuju Gunung Raung dan Kawah Ijen.
Dari aktivitas tersebut, ia memahami langsung medan, potensi wisata, hingga tantangan pengelolaan kawasan geopark. Pengalaman itu ia bangun dari bawah, mulai dari mengatur logistik perjalanan, memandu wisatawan, hingga berinteraksi dengan masyarakat lokal.
“Sebetulnya saya pernah diundang Pemkab dalam revalidasi UGG (Unesco Global Ijen Geopark). Saya juga beberapa kali diundang Disparbudpora membahas kepariwisataan hingga travel agent meet up,” kata Dendy, Selasa (7/4/2026).
Penunjukan Dendy bermula dari usulan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, yang kemudian disahkan oleh Bupati Abdul Hamid Wahid.
“SK-nya tanda tangan Bupati,” ujarnya.
Menariknya, Abdul Hamid Wahid juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, tempat Dendy pernah menimba ilmu. Bagi Dendy, posisi ini bukan sekadar jabatan, melainkan amanah.
“Jabatan ini adalah amanah. Bentuk pengabdian saya,” tuturnya.
Penunjukan ini tidak lepas dari perubahan kelembagaan dalam pengelolaan geopark. Sebelumnya, pengelolaan berada di bawah PHIG (Pengurus Harian Ijen Geopark) Bondowoso yang diketuai Tantri Rara Ningtyas.
Kini, struktur tersebut berubah menjadi Pengelola Ijen Geopark Wilayah Bondowoso dengan kepemimpinan langsung oleh Sekretaris Daerah, Fathur Rozi.
Dalam struktur baru tersebut, dibentuk Tim Teknis yang beranggotakan 11 orang untuk menangani aspek operasional di lapangan, dengan Dendy sebagai ketuanya.
Dengan skema ini, pengelolaan geopark menjadi lebih terintegrasi di bawah koordinasi pemerintah daerah, sementara tim teknis berperan dalam implementasi program dan pengembangan kawasan.
Sebagai Ketua Tim Teknis, Dendy kini memegang peran penting dalam menentukan arah pengembangan Ijen Geopark Bondowoso ke depan, termasuk menjaga keseimbangan antara konservasi, edukasi, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. [awi/beq]






