Surabaya (beritajatim.com) – Penemuan mayat AE, siswi SMP kelas 3 di Mojokerto yang merupakan korban pembunuhan kini telah diketahui motifnya, yakni karena dendam.
Sebelumnya AE yang dinyatakan hilang sebulan belakangan, telah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dan terbungkus karung putih. Mayatnya yang membusuk dan menyisakan tulang belulang tersebut berada di parit bawah rel kereta api, dusun Karangnongko, Mojoranu, Sooko, Mojokerto.
Penemuan tersebut mendapatkan titik terang ketika polisi meringkus kedua terduga pelaku, yakni AB (15) dan AD (19) yang tak lain teman korban.
Menurut keterangan Kapolres AKBP Mojokerto Kota, Wiwit Adisatria, motif pembunuhan tersebut berawal dari dendam AB. AB sendiri merupakan teman sekelas korban. Di mana korban diketahui bertugas sebagai bendahara kelas.
BACA JUGA: Viral SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya Study Tour ke Jepang
Dendam tersebut muncul ketika AE menarik uang iuran kepada AB yang telah menunggak uang kas hingga dua bulan. Dengan total keseluruhan Rp 40 ribu. “Motifnya sementara karena dendam karena pelaku yang sedang tidur di kelas dibangunkan dan disuruh membayar uang kas,” ujar Wiwit.
AB pun kemudian meminta bantuan kepada temannya, AD, untuk membunuh korban. Tak ayal pada 15 Maret 2023 keduanya mengeksekusi AE. Tak hanya membunuh, sepeda motor milik korban juga diambil. Bahkan, ponsel AE juga sempat dijual seharga Rp 1 juta dan hasilnya dibagi dua oleh para pelaku.
Usai diautopsi di RS Bhayangkara Polda Jatim, dan telah dilakukan pemulasaraan, jenazah AE diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Namun, tim forensik perlu melakukan tes DNA untuk memastikan kembali identitas korban. Adapun sampel pembanding diambil dari ayah dan juga ibu. (fyi/ian)






