Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Jember, Jawa Timur, saat ini dipimpin Try Sandi Apriana, menantu Bupati Hendy Siswanto. Namun itu bukan jaminan perolehan suara Demokrat di DPRD Jember akan bertambah dalam Pemilu 2024.
Bahkan, Sandi menyebut partainya harus bekerja lebih keras. “Kalau partai besar lainnya bekerja keras, Demokrat masih butuh bekerja super keras untuk di Jember,” katanya, Kamis (16/2/2023).
Saat ini Demokrat hanya memiliki dua kursi di DPRD Jember, berdasarkan hasil Pemilu 2019. Alhasil, Demokrat harus membentuk fraksi gabungan Pandekar bersama Partai Amanat Nasional dan Golkar yang masing-masing memiliki dua kursi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”demokrat”]
Berbeda dengan Pemilu 2019 yang diadakan di enam daerah pemilihan (dapil), Pemilu 2024 diadakan di tujuh dapil. “Kami kemarin memetakan berdasarkan enam dapil. Tentu (perubahan dapil) harus mengubah strategi,” kata Sandi.
Berdasarkan keputusan KPU RI, Dapil Jember 1 memperebutkan 7 kursi, yang meliputi Kecamatan Ajung, Kaliwates, Sumbersarim Pakusari. Dapil Jember 2 memperebutkan 7 kursi, yang meliputi Kecamatan Rambipuji, Panti, Sukorambi, Patrang, Arjasa.
Dapil Jember 3 memperebutkan 6 kursi, yang meliputi Jelbuk, Kalisat, Ledokombo, Sukowono, Sumberjambe. Dapil Jember 4 meliputi Tempurejo, Mumbulsari, Mayang, Silo yang memperebutkan 6 kursi.
Dapil Jember 5 memperebutkan 8 kursi, meliputi Balung, Wuluhan, Ambulu, Jenggawah. Dapil Jember 6 memperebutkan 7 kursi meliputi Jombang, Kencong, Gumukmas, dan Puger. Dapil Jember 7 memperebutkan 9 kursi, terbanyak dibanding dapil lainnya, yang meliputi Sumberbaru, Umbulsari, Tanggul, Semboro, dan Bangsalsari.
Namun Sandi tak terlalu cemas dengan perubahan dapil, karena Demokrat bergantung pada figur calon legislator. “Semakin figurnya bagus, potensinya semakin bagus. Tujuh dapil ini menguntungkan bagi caleg-caleg baru. Demokrat memiliki lebih banyak caleg baru daripada caleg petahana. Kami lebih diuntungkan karena caleg-caleg baru belum bergerak,” katanya.
Ini berbeda dengan caleg-caleg petahana yang sudah bergerak sebelum terjadi perubahan dapil. “Saya sendiri sebagai petahana di DPRD Jember begitu dapil Jember 1 berubah, saya harus memulai sesuatu yang baru seperti caleg-caleg baru. Berarti posisinya sama-sama kosong-kosong. Ini sesama Demokrat, apalagi dengan partai lain,” kata Sandi.
Demokrat menargetkan tujuh sampai delapan kursi di DPRD Jember. “Dengan adanya pemekaran dapil ini, kami malah bisa memecah suara. Ada tujuh kursi utama, masing-masing dapil satu kursi. Satu dapil lagi bisa menambah satu kursi,” kata Sandi.
Sandi percaya dengan kemampuan semua caleg Demokrat. “Kalau melihat kemampuan mereka, insya Allah mereka adalah orang yang pernah berorganisasi di masyarakat. Banyak caleg muda di Demokrat. Rata-rata berusia di bawah 40 tahun,” katanya. [wir/kun]






