Surabaya (beritajatim.com) – Polrestabes Surabaya menerjunkan sebanyak 1100 personel kepolisian, untuk mengamankan demo tolak Undang-Undang (UU) TNI, di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (24/3).
Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanty Dewi mengatakan dalam rencana pengamanan aksi demo hari ini, ada 1100 personil yang diterjunkan.
“Personil yang diturunkan sesuai rencana pengamanan kurang lebih 1100 personil,” kata Rina, Senin.
Rina juga menjelaskan, dalam skema pengaman ruas jalan Jalan Gubernur Suryo, depan Gedung Grahadi tidak dilakukan penutupan jalan. Namun, hal ini menyesuaikan situasi yang terjadi di lapangan nantinya.
“Arus lain masih dibiarkan mengalir, selanjutnya nanti saat pengamanan kita lihat situasi,” ungkap Rina.
Diketahui, demo tolak UU TNI diikuti boleh elemen mahasiswa dan juga masyarakat sipil di Surabaya. Mereka ini membawa sejumlah tuntutan, di antaranya sebagai berikut:
1. Tolak Revisi UU TNI
2. Menolak perluasan TNI di ranah sipil
3. Menolak perluadan TNI di ranah siber
4. Bubarkan komando teritorial
5. Tarik seluruh militer dari tanah Papua
6. Kembalikan TNI ke barak
7. Revisi peradilan militer
8. Cabut TNI aktif dari jabatan sipil
Aksi demonstrasi ini mendapat perhatian luas karena berkaitan dengan pengesahan revisi UU TNI yang dinilai dapat memperluas keterlibatan militer di berbagai sektor sipil.
Hingga saat ini, situasi di sekitar Gedung Grahadi masih dalam pemantauan kepolisian, dengan skema pengamanan yang bersifat dinamis mengikuti perkembangan di lapangan. [ram/ian]






