Pasuruan (beritajatim.com) – Puluhan mahasiswa asal Pasuruan menggelar demo di depan kantor DPRD Kabupaten Pasuruan. Demo ini dilakukan guna mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Undang-Undang Pilkada.
Puluhan demonstran ini mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan pada Senin (26/8/2024) sekitar pukul 12.30 WIB. Selama demo, para mahasiswa sempat terpancing kemarahan dikarenakan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan tak ada yang keluar untuk menemuinya.
Alhasil aksi bakar ban terjadi di halaman gedung DPRD, tak hanya itu, demonstran juga mengambil sejumlah karangan bunga ucapan pelantikan yang ada di area halaman. Karangan bunga ter sebut kemudian dibakar oleh demonstran hingga menimbulkan kepulan asap hitam tebal.
Menurut salah satu demonstran M Rosul yakni mengatakan bahwa saat ini dirinya dan sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Pasuruan akan terus mengawal. Menurutnya saat ini DPR RI telah menyederai demokrasi yang telah ada.
“Kami meminta kepada perwakilan DPRD Kabupaten Pasuruan untuk mengirim email kepada DPR RI terhadap tuntutan kami dari aliansi pasuruan melawan. Kami juga akan terus mengawal terus demokrasi yang sudah menjadi kedaulatan rakyat ini,” jelas Rosul.
Dalam tuntutannya ada tujuh yang diminta oleh para demonstran aliansi pasuruan melawan. Diantaranya yakni mengecam keras rezim autokritik legalisme Jokowi, dan meminta kepada DPR RI untuk secara pro aktif melaksanakan pengawasan, memastikan bahwa pemerintah beroperasi sesuai dengan prinsip konstitusi hukum dan tidak merusak demokrasi dengan mengesampingkan kepentingan rakyat.
Setelah berorasi sekitar 90 menit, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan menemui masa aksi di halaman kantor DPRD Kabupaten Pasuruan. Masa ditemui oleh Plt Ketua DPRD sementara Abdul Karim dan didampingi anggota DPRD dari partai PDI Perjuangan Andri Wahyudi.
Ditengah-tengah demonstran Andri mengatakan bahwa pihaknya menerima tuntutan tersebut. Andri juga senantiasa mendukung aksi demonstran yang telah dilakuakan pada kali ini. “Kami menerima dan akan kami tindak lanjuti,” jelasnya di depan para demonstran. (ada/ted)






