Blitar (beritajatim.com) – Tabir gelap di balik penjarahan Situs Mejo Miring di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, kian terkuak. Bukan sekadar koleksi pribadi, aksi nekat kelompok pimpinan Mbah Saimun ini ternyata didorong oleh delusi kekuasaan dan ritual mistis yang di luar nalar sehat yakni menikahi benda purbakala.
Fakta mengejutkan ini terungkap setelah pihak berwenang menelusuri keberadaan Arca Putri yang hilang dari situs Mejo Miring. Diketahui arca peninggalan peninggalan kerajaan Majapahit itu ditemukan tersimpan di dalam kamar pribadi Mbah Saimun.
Mbah Saimun pun menyebut dirinya telah menikah dengan arca putri tersebut. Pria yang sudah lanjut usia itu pun menolak menyerahkan arca itu untuk mengembalikan ke tempat semula yakni Situs Mejo Miring.
“Itu ditemukan lagi di dalam kamar Mbah Saimun katanya dia sudah menikah dengan arca putri itu,” ungkap Kepala Desa Siraman Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar Budi Arif Rohman pada Kamis (29/1/2026).
Saimun sendiri memang diketahui memiliki beberapa pengikut yang cukup loyal. Kelompok kecil ini meyakini bahwa di Kabupaten Blitar akan muncul sebuah kerajaan baru asalnya sejumlah benda purbakala itu ditaruh di sejumlah tempat.
“Kepercayaannya seperti itu, ada pengikutnya tidak banyak tapi ada pengikutnya,” tegasnya.
Kelompok ini sendiri diketahui telah menjarah sejumlah benda bersejarah dari 2 lokasi berbeda yakni Situs Mejo Miring dan Gumuk, semua berada di Desa Siraman Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar. Benda-benda itu diletakkan di sejumlah tempat mulai dari rumah Mbah Saimun hingga beberapa titik lainnya.
“Sempat ada penolakan saat petugas hendak mengembalikan benda benda sejarah itu, terus yang nolak itu orangnya sudah tua kondisinya struk seperti itu apa ya tega, itu yang jadi kendala,” tegasnya.
Kini beberapa benda yang dijarah Mbah Saimun dan kelompoknya itu sudah dikembalikan ke tempat asal. Namun beberapa diantaranya belum dikembalikan dan masih di dalam rumah Mbah Saimun. [owi/beq]






