Surabaya (beritajatim.com) – Chief Operating Officer (COO) Deltras FC, Ronny Suhatril berharap kepada semua pihak bisa menempatkan diri bahwa sepak bola adalah olahraga hiburan keluarga, bukan tempat menyulut kerusuhan.
Hal itu diungkapkan, berkaca dari penyerangan suporter kepada tim Liga 1 Indonesia hingga timnas beberapa pekan lalu. Oleh sebab itu, Ronny berharap kepada seluruh stakeholder sepak bola nusantara, terus mengkampanyekan perdamaian, yang dimana seharusnya sepak bola adalah ajang suka cita dan kegembiraan, baik di dalam maupun di luar lapangan.
“Kami berharap dan memohon kepada PSSI serta aparat penegak hukum agar duduk bersama. Yakni dengan merumuskan langkah-langkah apa saja yang tepat, agar kejadian serupa (penyerangan suporter, red) tidak terulang kembali di kemudian hari,” ucapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”deltras”]
Lebih lanjut, sepak bola Indonesia sudah seharusnya tidak dinodai dengan kekerasan maupun kericuhan yang berujung merugikan. Terlebih, Indonesia didapuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 Mei mendatang.
Seharusnya, Indonesia sebagai tuan rumah, seluruh elemen berbenah, termasuk meminimalisir kerusuhan serta tindakan anarki yang bakal merugikan sepak bola nasional. “Sepak bola Indonesia harus lebih bersiap lagi, menyambut event kelas dunia. Maka seluruh elemen harus duduk bersama membenahi apa yang dinilai menjadi kekurangan bersama,” imbuhnya.
Diketahui sebelumnya, beberapa kejadian terakhir, sepak bola Indonesia memang sedang tidak baik. Mulai pelemparan batu ke bus Timnas Thailand beberapa waktu lalu. Kemudian pelemparan batu ke bus tim Persis Solo di Tangerang, hingga pengrusakan kantor Arema FC oleh massa di Malang. (way/kun)






