Blitar (beritajatim.com) – Merebaknya wabah antraks di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta membuat Dinas Peternakan dan Perikanan (DIsnakkan) Kabupaten Blitar melakukan kewaspadaan dini jelang hari raya Idul Adha ini.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, Nanang Miftahudin menegaskan sebagai upaya kewaspadaan akan ancaman wabah antraks, pihaknya kini terus melakukan pengawasan lalu lintas hewan. Baik itu yang keluar atau kedalam wilayah Blitar.
“Apalagi menjelang Idul Adha atau Hari Raya Kurban, lalu lintas ternak meningkat dan dari berbagai daerah,” ungkap Nanang, Jumat (9/5/2025).
Antraks sendiri merupakan penyakit berbahaya disebabkan bakteri Bacillus Anthracis dan bersifat zoonosis, yang ditularkan dari hewan ke manusia. Penularannya bisa lewat langsung konsumsi daging yang terinfeksi, atau menghirup sporanya.
Umumnya menyerang hewan herbivora, seperti sapi, kambing dan domba. Sedangkan penularan ke hewan, melalui luka terbuka di kulit, pakan dan air minum yang tercemar, dan saluran pernafasan.
Meskipun sampai saat ini belum ditemukan adanya kasus antraks di Blitar, namun Disnakkan terus melakukan upaya pengawasan dan pencegahan, apalagi menjelang Idul Adha.
“Yaitu pemeriksaan kesehatan ternak, vaksinasi PMK, pengambilan sampel untuk uji laboratorium, dan beberapa uji lainnya,” imbuhnya.
Pengawasan ini dilakukan lebih awal dari tahun tahun sebelumnya. Jika pada hari raya Idul Adha tahun lalu pengawasan lalu lintas hewan dilakukan 10 hari jelang kurban. Namun kini pengawasan lalu lintas hewan sudah dilakukan 1 bulan jelang Idul Adha.
“Seperti minggu lalu, sudah mulai pengiriman 1.200 ekor kambing ke Kalimantan, estimasi sampai mendekati Idul Adha bisa mencapai sekitar 10.000 ekor khusus yg ke Kalimantan,” ungkapnya. [owi/aje]






