Jakarta (beritajatim.com) – Anies Baswedan, bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), terus mendapatkan dukungan dari berbagai tokoh dan kiai kalangan Nahdlatul Ulama (NU) berkat kedekatannya dengan keluarga santri dan representasi yang dihadirkannya.
Dukungan ini semakin jelas terlihat melalui kunjungan dan silaturahmi Anies ke berbagai pondok pesantren.
Sudirman Said, juru bicara Anies Baswedan, menegaskan bahwa Anies telah menjalin banyak silaturahmi dengan kiai dan tokoh NU, sehingga dukungan dari kalangan pondok pesantren semakin solid.
“Pak Anies adalah sosok yang menjadi representasi santri, dan dukungan dari kalangan pondok pesantren terus berkembang. Pak Anies akan terus menjalin silaturahmi dengan kiai-kiai lainnya,” ujar Sudirman Said pada Selasa (25/7/2023).
Sebagai anak dari pasangan Rasyid Baswedan dan Aliyah Ganis, Anies Baswedan memiliki latar belakang keluarga yang dekat dengan dunia Islam. Ayahnya, Rasyid Baswedan, merupakan mantan aktivis mahasiswa dan pernah menjabat sebagai Sekjen Dewan Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII). Setelah lulus dari UII, Rasyid Baswedan menjadi seorang dosen di kampus yang berlokasi di Yogyakarta.
Dukungan ini timbul karena Anies dikenal sebagai sosok yang islami, cerdas, amanah, dan visioner dengan visi masa depan yang jelas.
Beberapa tokoh NU yang memberikan dukungan kepada Anies Baswedan adalah Gus Baha, Gus Mahasin, dan Said Aqil Siradj, Ketua Umum PBNU dua periode berturut-turut (2010 – 2021). Para kiai dan santri dari berbagai daerah juga secara antusias menyambut kunjungan Anies dalam berbagai acara dan kegiatan di pondok pesantren.
Baca Juga: Ini 3 Kebijakan Konkret Anies Baswedan Memenuhi Hak & Memuliakan Perempuan
Kunjungan Anies ke pondok pesantren juga meliputi Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid di Masjid Riyadlus Sholihin, Tanggul, Pondok Pesantren Al-Qodiri di Jember, dan Pondok Pesantren Nurul Huda di Sragen. Dalam setiap kesempatan tersebut, Anies berkomitmen untuk terus menjalin silaturahmi dengan para kiai, tokoh, dan para santri di seluruh wilayah Indonesia.
Dukungan kuat dari kalangan pesantren ini semakin menegaskan bahwa Anies Baswedan memiliki nilai dan pandangan yang sejalan dengan kalangan santri. Anies diakui sebagai satu-satunya bakal calon presiden dari kalangan santri dan telah terbukti mampu menyatukan berbagai kelompok agama selama kepemimpinannya sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.
Dukungan ini pun terus mengalir dari berbagai acara doa, munajat, dan zikir yang diadakan oleh berbagai jaringan dan komunitas santri, kiai, dan pondok pesantren di seluruh Indonesia. Anies Baswedan semakin mantap mendapatkan dukungan penuh dari kalangan NU dan para santri dalam perjalanan menuju Pemilu 2024. (ted)






