Pamekasan (beritajatim.com) – Debut pelatih anyar Madura United FC, Carlos Eduardo Biasi Parreira gagal berbuah manis pasca timnya menelan kekalahan 1-0 dari tim tuan rumah Borneo FC, pada lanjutan Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (22/11/2025).
Pada laga tersebut, Laskar Sape Kerrab sangat berambisi meneruskan tren positif berkat kemenangan perdana di kandang sendiri kala menjamu Persijap Jepara, di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan, Minggu (9/11/2025) lalu.
Bahkan juru taktik berkebangsaan Brasil, menurunkan komposisi terbaik dengan formasi 4-3-3 dan memasang trio Aji Kusuma, Balotteli, dan Rusadi. Mereka didukung trio gelandang, Jordy Wehrmann, Kerim Pelic dan Paulo Sitanggang.
Termasuk empat pemain belakang melalui duet Jorge Mendonca dan Pedro Monteiro, didukung duo bek sayap pada sosok Nurdiansyah dan Ruxi Bonet. Keempatnya bertugas meredam agresivitas permainan lawan dari gawang yang dikawal Dicky Indrayana.
Tidak hanya itu, komposisi tersebut juga tampak mampu meredam agresivitas permainan tim tuan rumah, Pesut Etam khususnya selama 45′ menit awal. Di mana skor tetap bertahan imbang tanpa gol hingga interval pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, kedua tim mulai menerapkan perubahan taktik dan strategi dengan melakukan rotasi pemain. Kondisi tersebut membuat laga semakin menarik dan berlangsung cepat. Bahkan pada menit 74′, gawang Madura United sempat kebobolan, sekalipun dianulir.
Jual beli serangan antar kedua tim berlangsung hingga memasuki menit akhir laga, namun mental tim tuan rumah terbilang tangguh, di mana mereka justru berhasil memecah kebuntuan melalui aksi Douglas Continho meneruskan umpan Maicon Silva pada menit 88′, Borneo 1-0 Madura United.
Gol Continho sekaligus menjadi satu-satunya gol pada laga tersebut, dan membuat Madura United kembali gagal mendulang poin, sekaligus menjadi catatan minor khusus ya bagi pelatih anyar, Carlos Periera. [pin/kun]






