Mojokerto (beritajatim.com) – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Mojokerto mengalami peningkatan. Hingga 20 Maret 2024, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto menyatakan ada 113 kasus terkonfirmasi penyakit yang disebabkan oleh virus dengue tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Mojokerto, dr Agus Dwi Cahyono mengatakan, dalam dua bulan terakhir terjadi peningkatan kasus DBD. Paling tinggi terjadi di bulan Februari.
“Untuk Maret masih proses pendataan,” ungkapnya, Jumat (22/3/2024).
Adapun rinciannya, pada Januari terdapat 26 kasus, Februari meningkat menjadi 61 kasus dan Maret per tanggal 20 ada 26 kasus. Sehingga total pada Januari hingga 20 Maret 2024 ada 113 kasus yang dilaporkan dari puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Mojokerto.
“Penyebaran kasus DBD hampir merata di berbagai usia dan kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto. Di Kecamatan Puri dan Sooko yang paling menonjol. Tren kenaikan ini akan menurun pada bulan Maret biasanya, dari tahun-tahun sebelumnya seperti itu,” katanya.
Faktor penyebab terjadinya kenaikan kasus tersebut, lanjut dr Agus, karena memang banyak genangan air yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Hal itu seiring dengan intensitas hujan yang naik belakangan ini.
“Untuk itu, kami mengajak masyarakat untuk aktif dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M plus. Yakni menguras dan menyikat tempat penampungan air, menutup dan mendaur ulang barang bekas. Karena saat musim hujan seperti saat ini terdapat banyak genangan air,” ingatnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat mencegah gigitan nyamuk dengan cara memelihara ikan pemakan jentik. Selain itu, lanjut dr Agus, menggunakan obat anti nyamuk dan menanam tanaman pengusir nyamuk. Dinkes Kabupaten Mojokerto juga telah melakukan sosialisasi dalam pencegahannya.
“Kami telah melakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang DBD secara massif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan dalam mencegah DBD. Sehingga harapannya angka kasus DBD di Kabupaten Mojokerto terus menurun seiring bergantinya musim,” tegasnya. [tin/beq]






