Malang (beritajatim.com) – Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Malang (PBSI Unisma) kembali mendatangkan dosen tamu Prof. Tsyah Cahyani, M.Pd dari Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Kuliah tamu bertajuk ‘Pembelajaran Bahasa Indonesia Inovatif’ ini berlangsung di gedung B2 Unisma pada Kamis-Jumat (12-13/10/2023).
Kegiatan ini merupakan bagian dari hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Kemdikbud Ristek 2023. PBSI Unisma sebagai pemenang hibah melangsung berbagai kegiatan, salah satunya mendatangkan praktisi dan dosen tamu.
Sebelumnya, PBSI Unisma mendatangkan Sekar Ayu Asmara, seorang produser film dan juri FFI 2023. Penanggung penanggung jawab bidang mahasiswa dan kerjasama PKKM, Dr. Ari Ambarwati, M.Pd., menjelaskan, kuliah tamu ini diharapkan agar mahasiswa dapat belajar langsung dengan ahli pembelajar inovatif.
“Harapannya mahasiswa bisa mengimplementasikan pembelajaran bahasa Indonesia yang inovatif setelah lulus dan berprofesi sebagai pendidik,” ujar Ambar, Jumat (13/10/2023).
BACA JUGA: Riset Penyakit Jantung, Dosen Universitas Kadiri Raih Gelar Doktor Kesehatan Masyarakat
Prof Tsyah Cahyani, M.Pd menjelaskan tentang pembelajaran bahasa Indonesia inovatif. Menurutnya, pembelajaran bahasa Indonesia tidak bisa ujug-ujug jadi, tetapi harus dipersiapkan dengan media dan materi yang baik.
“Guru harus memiliki integritas dan personaliti yang baik dan benar. Hal ini sangat mendasar, karena tugas guru bukan hanya mengajar (transfer knowledge) tetapi juga menanamkan nilai-nilai dasar dari bangun karakter atau akhlak anak,” ujar guru besar UPI tersebut.
Mata kuliah Bahasa Indonesia Inovatif PBSI Unisma diampu oleh Dr. Sri Wahyuni, M.Pd dan Prof. Dyah Werdiningsih, M.Pd. Prof Dyah menjelaskan bahwa kuliah ini targetnya agar mahasiswa bisa mengimplementasikan ketika nanti lulus dan bertugas di sekolah.

“Perkuliahan bersama Prof Tsyah ini sangat menarik karena beliau tidak hanya menyampaikan teori, tetapi langsung dengan praktik. Beliau menyampaikan tidak hanya efektivitas ketercapaian tujuan pembelajaran, tetapi juga aspek yang menarik agar mengemas pembelajaran menyenangkan,” ujar Dyah.
Selama proses kuliah tamu ini, sambung Prof. Dyah, mahasiswa juga aktif melakukan sesuatu karena didesain berorientasi pada mahasiswa. Penyajiannya diiringi musik dan ice breaking.
BACA JUGA: Dosen UGM, Bevaola Kusumasari Sampaikan Pentingnya Etika Digital
“Cara Prof. Tsyah itu ternyata besar pengaruhnya bagi mahasiswa agar lebih percaya diri. Yang sebelumnya malu menampilkan puisi, akhirnya bisa percaya diri membacakan di depan kelas,” lanjut Prof. Dyah.
Dengan perkuliahan ini, mahasiswa terdorong untuk melakukan aktivitas secara mandiri setelah pembelajaran usai. Selain itu, mahasiswa juga mendapat gambaran proses pembelajaran bermakna baginya.
“Jadi mereka bisa paham mengapa harus belajar berbagai teori belajar yang beraneka macam dan implementasinya. Itu semua mereka sebagai sesuatu yang memang dibutuhkan agar kelak bisa diimplementasikan setelah lulus,” tutup dosen pengampu mata kuliah pembelajaran bahasa Indonesia inovatif tersebut. (dan/nap)






