Jember (beritajatim.com) – Gara-gara datang dalam waktu mepet dengan kick-off pertandingan Liga 3 Grup H Zona Jawa Timur, di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Selasa (5/12/2023), Persema Malang jadi bulan-bulanan tuan rumah Persid.
Persema dihajar 0-3. Tiga gol Persid dicetak Iwan Sampurno pada menit 3, Miftahul Husyen Rahmatullah pada menit 45, dan Putra Akbar Ramadhan pada menit 74. “Kami terlambat warming up,” kata Dwi Karyawanto, pelatih Persema.
Para pemain Persema baru tiba di Stadion JSG pada 14.50. “Penginapan kami di Kecamatan Ambulu jauh sekali dari stadion. Perhitungan kami meleset. Kami perkirakan perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit, tapi ternyata tadi perjalanan hampir satu jam karena macet,” kata Karyawanto.
Karyawanto tidak tahu alasan pengurus memilih lokasi penginapan di Ambulu. Begitu sampai stadion, para pemain Persema langsung bersiap masuk ke dalam lapangan.
Ketidaksiapan pemain karena datang terlambat ke stadion terlihat pada menit-menit awal pertandingan. Menurut Karyawanto, anak-anak asuhnya tertekan. “Begitu memasuki menit 20-30, kami mulai bisa mengimbangi. Terbukti ada beberapa peluang yang seharusnya bisa masuk. Tapi kami kurang beruntung saja,” katanya.
Kisah datang terlambat ini melengkapi keterlambatan Persema datang ke Jember, Senin (4/12/2023), yang membuat mereka tak bisa mencoba lapangan. Tim tersebut berangkat dari Malang dengan naik kereta api pada Senin sore. “Kami datang terlalu malam, jam 2300 WIB baru sampai di sini,” kata Karyawanto..
Namun di luar alasan nonteknis, Dwi Karyawanto, mengakui bahwa Persid bermain lebih bagus dan lebih siap. Namun permainan Persema sendiri di luar harapannya. “Ini di luar ekspektasi kami. Seharusnya tidak seperti itu. Mungkin pemain kecapekan,” katanya, usai pertandingan.
Karyawanto tak mau mencari kambing hitam. “Banyak sekali kekurangan kami pada pertandingan sore ini, terutama di lini pertahanan, koordinasi antarlini, dan penyelesaian akhir,” katanya.
Yan Bayu Saputra, kapten Persema, mengakui para pemain muda Laskar Ken Arok grogi bertanding di bawah tatapan mata pendukung Persid. Dia berharap pemain bisa melakukan introspeksi dan membenahi kesalahan yang diperbuat dalam pertandingan pertama. “Kami harus menang terus dalam lima pertandingan selanjutnya,” katanya.
Beruntung, tidak ada pemain Persema yang cedera dalam pertandingan pertama. “Tadi ada benturan sedikit, tidak ada masalah. Yang jelas, pemain kami masih bisa bermain pada pertandingan berikutnya,” kata Karyawanto.
Karyawanto akan mengevaluasi permainan tim menjelang pertandingan melawan Kresna Unesa, Kamis (7/12/2023). “Mungkin berkaitan dengan taktik dan strategi saja, karena memperbaiki (total), kami sudah berada dalam kompetisi,” katanya. [wir]






