Madiun (beritajatim.com) – Jumlah penderita HIV di Kabupaten Madiun menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan. Berdasarkan data terbaru per Oktober 2025, sebanyak 1.491 warga Kabupaten Madiun tercatat positif HIV, dengan 779 orang di antaranya masih hidup dan berada dalam pendampingan aktif.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Lenny Dwi Ambarsari, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pendampingan terhadap penderita HIV, baik yang baru terdiagnosis maupun yang telah masuk dalam tahap pengobatan lanjutan.
“Untuk langkah dari KPHD (Komisi Penanggulangan HIV dan AIDS Daerah), kami tetap melakukan pendampingan bagi semua warga yang positif HIV maupun yang terdiagnosis IMS seperti sifilis. Pengobatan dilakukan di Puskesmas terdekat agar akses lebih mudah, dan kami terus berkoordinasi lintas sektor untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Lenny, Sabtu (5/10/2025).
Lenny juga menegaskan bahwa KPHD masih selalu berusaha dalam menjangkau berbagai wilayah di Kabupaten Madiun yang belum terakses, terutama lokasi-lokasi baru yang berpotensi tinggi dalam penyebaran HIV.
“Kita terus melakukan rutinitas outreach ke banyak lokasi di Kabupaten Madiun, terutama yang belum terjangkau sebelumnya. Ini bagian dari komitmen kami untuk menekan angka penularan dan memberikan edukasi,” tambahnya.
Dari total 1.491 kasus HIV yang tercatat, sebagian besar sudah mendapatkan pendampingan dan akses layanan kesehatan, meskipun tantangan masih ada, terutama dalam hal deteksi dini dan stigma sosial yang masih melekat di masyarakat.
Pihak Dinas Kesehatan berharap masyarakat semakin terbuka dan tidak ragu untuk melakukan tes HIV, karena penanganan dini sangat penting dalam mengendalikan penyebaran virus dan meningkatkan kualitas hidup penderita. (rbr/kun)






