Jombang (beritajatim.com) – Ribuan orang berkumpul di titik nol kilometer Kota Jombang atau bundaran Ringin Contong, Rabu (25/10/2023) sore. Ribuan orang ini datang dari berbagai lembaga, komunitas, serta pesantren. Semuanya berpakaian putih.
Secara bersama-sama mereka mengutuk kebiadaban Israel yang melakukan serangan terhadap Palestina. Ribuan orang ini juga mengecam penjajagan Israel. Lalu mereka bersama-sama merapal doa untuk keselamatan warga Palestina.
Pada titik nol kilometer Jombang tersebut juga berdiri panggung besar. Sejumla tokoh masyarakat dan ulama berada di panggung tersebut. Dari atas panggung itulah doa bersama dilakukan. Juga dilakukan orasi tentang penjajahan Palestina.
Di depan panggung itu menjadi lautan manusia. Mereka membawa berbaga macam atribut. Ada bendera Palestina, bendera Indonesia, serta poster yang berisi kecaman terhadap zionis Israel. Yel-yel Palestina merdeka, Israel biadab juga terdengar bersahutan.
M Zaenal Fanani adalah salah satu orang yang berada di panggung besar itu. Tubuhnya terbalut baju warna putih. Mengenakan peci hitam serta bersarung. Sedangkan di leher Fanani melingkar syal bermotif bendera Palestina.
BACA JUGA:
Demo Mahasiswa Tagih Janji Politik Bupati Jombang Berujung Ricuh
Fanani berdiri. Suaranya bergetar. Dia membaca puisi tentang Palestina. Tentang mesiu yang menghujani negeri para Rasul tersebut. Lautan manusia di depannya seolah terhipnotis oleh puisi tersebut. Suara Fanani kadang meninggi, kadang merendah. Hal itu semakin klop dengan intrumen musik yang menyayat hati.
“Kita sore ini masih di atas jalanan Jombang. Sebagaimana saudara-saudara kita mereka yang masih setia di perbatasan Gaza. Mereka yang berpayung mesiu. Mereka yang berdebu-debu campur luka dan darah,” teriak Fanani lantang.
Puisi yang dibawakan Fanani merembet dari telinga ke telinga ribuan orang yang hadir. Menyadarkan semua orang tentang kejamnya penjajahan yang dilakukan Israel. Selain puisi, perwakilan dari salah satu pesantren juga melakukan orasi di atas panggung. Dia mengutuk Israel, merapal doa untuk Palestina.

Ada pula testimoni yang disampaikan oleh Rosi, salah satu warga Kota Jombang yang pernah berkunjung ke Palestina. Dia menceritakan tentang pemuda-pemuda Israel yang menenteng senjata api. Cerita itu singkat, tapi menyodorkan cerita tentang negeri yang penuh penderitaan.
“Untuk itulah penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Saya ke sana (Palestina) sebanyak tiga kali. Yang terakhir betapa sulitnya (masuk). Kita turun di Yordania, lalu kita menempuh jalur darat. Di perbatasan sudah mulai terasa. Pemuda-pemuda Israel sudah menenteng senjata,” kata Rosi di hadapan ribuan orang.
Koordinator AMJPP (Aliansi Masyarakat Jombang Peduli Palestina) Zulfikar Damam Ikhwanto mengatakan bahwa acara tersebut dihadiri sekitar 5000 orang. Mereka berasal dari 100 lembaga, komunitas serta pesantren yang ada di Jombang.
BACA JUGA:
3 Bulan Dihujani Serbuk Kayu, Ratusan Warga di Jombang Demo
Dalam pernyataan sikapnya, AMJPP mencatat tujuh poin. Salah satunya AMJPP mengutuk keras agresi militer yang dilakukan Zionis Israel terhadap wilayah Palestina. Israel telah melanggat HAM dan melakukan pembunuhan terhadap warga sipil.
Pernyataan sikap yang berisi tujuh tuntutan tersebut kemudian ditandatangani oleh masing-masing perwakilan lembaga. “Surat pernyataan sikap ini kirim ke pihak berwenang. Mulai tingkat Provinsi Jatim hingga tingkat nasional. Hari ini massa yang hadir sekitar lima ribu orang,” ujar Gus Antok, panggilan akrab Zulfikar Damam Ikhwanto. [suf]






