Ponorogo (beritajatim.com) – Peringatan Hari Jadi ke-529 Kabupaten Ponorogo memasuki malam kedua dengan semarak seni dan kreativitas pelajar. Dua panggung berbeda menghidupkan suasana pusat kota pada Senin malam (4/8/2025), menyuguhkan kekayaan budaya khas Bumi Reog.
Di Panggung Utama Alun-alun, penonton disuguhkan Teatrikal Babad Ponorogo yang memikat. Kolaborasi Darul Falah Orkestra dan Komunitas Tuwuh menyajikan kisah kelahiran Ponorogo melalui format gabungan musik dan teater.
Sementara di sisi timur, ratusan pelajar dari tingkat SD, SMP, dan SMA tampil memukau dalam School Fashion Carnaval yang membentang di Jalan Alun-alun Timur, tepat di depan Gedung DPRD.
“Malam kedua ini tidak kalah menarik acaranya, yakni Teatrikal Babad Ponorogo di Panggung Utama Alun-alun Ponorogo dan Scholl Fashion Carnaval di Jalan Alun-alun Timur depan Gedung DPRD Ponorogo,” ungkap Wakil Ketua DPRD Ponorogo, Pamuji dalam sambutannya.
Perayaan hari jadi kali ini tidak hanya menonjolkan kemeriahan, tetapi juga menekankan nilai-nilai kultural dan religius. Rangkaian kegiatan berlangsung hampir sebulan penuh, menyasar berbagai kalangan masyarakat melalui agenda spiritual, pertunjukan seni, pameran, hingga konser.
Bupati Sugiri Sancoko menegaskan bahwa sebagian besar acara merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab dan DPRD Ponorogo, dengan puncak perayaan berlangsung pada 3 hingga 9 Agustus 2025.
“Nanti Ketoprak Dahono Wengker yang dulu pernah jaya kami hidupkan lagi, saya sutradarai langsung,” kata Kang Giri.
Berbagai agenda mewarnai perayaan, mulai dari salawatan, orkestra, parade fashion, reog obyok, ketoprak, wayang kulit, hingga hiburan musik dangdut lawas. Tak kalah menarik, pameran bonsai dan batu akik turut meramaikan halaman Pendapa Pemkab Ponorogo.
Beriringan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, Pemkab juga menggelar beragam lomba khas Agustusan. Usai Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi pada 11 Agustus, rangkaian acara akan ditutup dengan konser Dewa 19 secara gratis di Alun-alun Ponorogo.
“Konser di Alun-alun, awalnya akan di Telaga Ngebel. Tapi karena masalah tempat akhirnya dipilih Alun-alun, sudah fix Ahmad Dhani konser di Ponorogo,” jelas Kang Giri.
Hari jadi Ponorogo tahun ini menjadi panggung kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus ruang tumbuh seni budaya lokal yang berpijak pada akar sejarah namun tetap selaras dengan perkembangan zaman. [end/ian]






