Lamongan (beritajatim.com) – Aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Lamongan berubah menjadi tempat memproduksi roti, saat berlangsungnya pelatihan pembuatan roti bagi warga binaan perempuan, Selasa (24/6/2025).
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Lamongan, bekerjasama Gerai UMKM Lamongan.
Mentor yang dihadirkan adalah praktisi kuliner lokal, Tutik Handayani dari Ratu Production Lamongan. Dalam pelatihan ini, para warga binaan tidak hanya dibekali teori pembuatan roti, tetapi juga langsung praktik dari awal membuat adonan, membentuk roti, hingga teknik pemanggangan sesuai standar industri.
Antusiasme para peserta terlihat sejak sesi awal. Mereka menyimak dengan penuh perhatian, dan langsung mempraktikkan apa yang diajarkan.
Ketua Gerai UMKM Lamongan, Reni Setyawati, menyebutkan bahwa pelatihan ini menjadi bekal penting bagi para warga binaan untuk masa depan.
“Harapannya, setelah mereka bebas, mereka bisa membuka usaha sendiri dan memiliki keterampilan yang bernilai jual. Ini bukan sekadar roti, ini tentang memberi peluang kedua,” kata Reni.
Sementara itu, Kalapas Lamongan, Heri Sulistyo, melalui Kepala Seksi Binadik Rahmat Wahyudi, menegaskan pentingnya pembekalan keterampilan nyata bagi warga binaan, terutama perempuan.
“Kami ingin mereka keluar dari sini tidak dengan tangan kosong. Kami ingin mereka membawa harapan dan kemampuan untuk hidup mandiri,” ucap Rahmat.
Pelatihan ini menjadi salah satu upaya nyata Lapas Lamongan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial. “Kami ingin warga binaan memiliki harapan baru untuk memulai kembali hidup dari nol, dengan lebih terampil, lebih percaya diri, dan lebih mandiri,” ucapnya. (fak/kun)






