Sidoarjo (beritajatim.com) – Balai Desa Ngaban, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo disulap menjadi dapur umum mandiri oleh warga untuk membantu sesama yang terdampak banjir. Aktivitas memasak dilakukan oleh pengurus TP PKK Desa Ngaban, dibantu belasan relawan dari Tagana Dinas Sosial (Dinsos) dan BPBD Sidoarjo.
Setiap hari, mereka menyajikan ratusan nasi bungkus untuk didistribusikan kepada warga terdampak. Dalam satu kali pengiriman, dapur umum ini menyiapkan hingga 900 bungkus nasi.
“Ada 900 bungkus nasi yang dimasak untuk sekali pengiriman. Sebelumnya, pendistribusiannya dilakukan pagi dan malam. Namun kali ini pendistribusian ratusan nasi bungkus itu hanya dilakukan siang ini saja. Karena saat ini beberapa wilayah Desa Ngaban yang terdampak banjir sudah surut seluruhnya,” ujar salah satu pengurus TP PKK Ngaban, Sabtu (21/6/2025).
Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, mengapresiasi inisiatif warga tersebut. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas solidaritas warga dan dukungan lintas lembaga yang bergerak cepat membantu korban banjir. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kata dia, akan terus memberikan dukungan terhadap upaya mandiri semacam ini.
BPBD Sidoarjo turut memberikan bantuan makanan tambahan bergizi berupa delapan dus makanan kaleng, termasuk bubur kacang hijau dan koktil buah. Sementara Dinsos Sidoarjo menyalurkan paket sembako untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga.
“Terimakasih kepada semua pihak yang telah menyediakan makanan kepada warga terdampak banjir,” ujar Wabup Mimik saat meninjau proses memasak di dapur umum.
Plt. Kalaksa BPBD Sidoarjo, Sabino Mariano, menjelaskan bahwa genangan air di Desa Ngaban sudah surut seluruhnya. Sungai Mbah Gepuk yang melintasi desa tersebut juga menunjukkan penurunan debit air secara signifikan dibanding tiga hari sebelumnya.
“Di Ngaban sudah surut, selain karena pompa air yang kita tempatkan di timur, kondisi sungai Mbah Gepuk juga surut sehingga memudahkan kita membuang genangan air meski saat air laut pasang,” jelas Sabino, yang juga menjabat Camat Tanggulangin.
Ia menambahkan, saat ini hampir seluruh wilayah yang sebelumnya tergenang telah kering. Hanya tersisa genangan ringan di Desa Candipari dan Desa Pesawahan, Kecamatan Porong.
“Debit air sudah surut semua, di Desa Candipari sama Desa Pesawahan hanya tinggal 10 sampai 15 sentimeter genangan airnya,” pungkasnya. [isa/beq]






