Lumajang (beritajatim.com) – Satu unit dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilaporkan menghentikan sementara aktivitas produksinya sejak Senin (20/10/2025). Dapur tersebut diketahui dikelola oleh Yayasan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Lumajang dan berlokasi di Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Lumajang.
Sebelum penutupan sementara ini, dapur MBG IWAPI melayani pendistribusian makanan bergizi untuk sekitar 3.510 siswa dari berbagai sekolah di wilayah Lumajang. Berdasarkan informasi yang diterima, penghentian produksi akan berlangsung selama sepekan ke depan.
Ketua Satgas MBG Lumajang, Agus Triyono, menjelaskan bahwa permasalahan terkait berhentinya operasional dapur tersebut tidak termasuk dalam kewenangan Satgas MBG daerah. Ia menegaskan, segala urusan operasional dapur menjadi tanggung jawab pihak BGN (Badan Gizi Nasional) selaku pelaksana teknis program.
“Jadi, yang berkaitan dengan internal, artinya dapur ini beroperasi atau tidak, itu menjadi kewenangan BGN,” ujar Agus, Selasa (22/10/2025).
Agus menjelaskan, peran Satgas MBG di tingkat daerah lebih difokuskan pada pendampingan dan fasilitasi pelaksanaan program. Misalnya membantu dapur MBG yang kesulitan mengurus izin, menghadapi kendala lingkungan, atau menentukan sasaran penerima manfaat.
“Untuk tugas pokok satgas (MBG) adalah memfasilitasi apabila ada mitra BGN yang kesulitan ketika berproses untuk beroperasinya sebuah dapur MBG,” tambahnya.
Selain itu, Satgas MBG juga bertanggung jawab melakukan pengawasan terhadap keluhan penerima manfaat program. Namun, Agus menegaskan bahwa jika permasalahan menyangkut internal dapur seperti penghentian operasional, itu bukan bagian dari kewenangan mereka.
“Jika ada persoalan misalnya ada gangguan terkait dengan menu, ada keluhan terkait dengan pelayanan, maka teman-teman dinas terkait akan turun,” tuturnya. [has/beq]






