Pasuruan (beritajatim.com) – BPBD Kabupaten Pasuruan menerima bantuan 40 unit tandon air dari BPBD Provinsi Jawa Timur untuk mengantisipasi musim kemarau. Bantuan tersebut dikirim dalam dua tahap, yakni 32 tandon pada 29 Juli dan 8 tandon pada 30 Juli 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan bahwa seluruh tandon air saat ini belum didistribusikan. Namun, pihaknya sudah menetapkan empat desa prioritas yang akan segera menerima pengiriman air bersih.
“Ada Desa Pancur, Bulukandang, Watulumbung dan Karangjati di Kecamatan Lumbang yang sudah mulai terdampak kekeringan. Wilayah tersebut akan jadi prioritas distribusi sembari assessment kami rampungkan,” jelas Sugeng, Senin (4/8/2025).
BPBD juga telah menerima laporan awal dari masyarakat terkait mulai menyusutnya debit air di beberapa titik sumur dan mata air. Kondisi ini menandakan perlunya langkah cepat untuk mencegah krisis air bersih yang lebih parah.
Selain tandon air, BPBD Jatim juga mengirimkan bantuan lainnya seperti jerigen, terpal, dan alat penampungan air sederhana. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban warga terdampak kekeringan.
“Kami juga akan terus berkoordinasi dengan pihak desa agar distribusi bantuan tepat sasaran dan bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” imbuh Sugeng.
Lebih lanjut, BPBD Pasuruan akan melakukan pemetaan wilayah-wilayah rawan kekeringan berdasarkan data historis dan kondisi lapangan saat ini. Langkah ini penting agar penyaluran bantuan dilakukan secara efektif dan efisien.
Pihaknya juga meminta pemerintah desa untuk aktif memberikan laporan perkembangan situasi kekeringan di wilayah masing-masing. Dengan data yang cepat dan akurat, BPBD bisa mengambil keputusan lebih tepat dalam waktu singkat.
“Kekeringan ini sifatnya dinamis, maka komunikasi dengan desa sangat penting. Kita tidak bisa menunggu parah dulu baru bertindak,” pungkas Sugeng.
BPBD Pasuruan juga mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau berlangsung. Selain itu, warga diminta menjaga kebersihan sumber air yang tersisa agar tetap layak dikonsumsi. [ada/aje]






