Gresik (beritajatim.com) – Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) Letjen TNI Teguh Muji Angkasa mengunjungi kampung pancasila di Kelurahan Sukorame, Kecamatan Gresik.
Jenderal TNI AD bintang tiga itu terkesan dengan keberadaan kampung yang mengkedepankan toleransi beragama meski berada ditengah kota.
Didampingi Dandim 0817 Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar, dan Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satryo Annurogo. Letjen TNI Teguh Muji Angkasa mengapresiasi warga yang menggagas kampung pancasila yang dihuni berbagai etnis, dan agama.
“Keberadaan kampung Pancasila di Gresik ini sangat penting untuk mendeteksi mencegah paham radikalisme. Sebab, paham ini harus dikikis habis dari bumi Indonesia,” ujarnya, Selasa (2/05/2023).
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/keluarga-korban-minta-pelaku-pembunuhan-pelajar-sd-di-gresik-dihukum-mati/
Mantan Danjen Kopasus itu menceritakan dirinya sudah lama mendengar adanya kampung pancasila. Untuk itu, saat ada kesempatan berkunjung ingin melihat langsung kampung multi etnis itu.
“Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa dengan sila kelima. Bangsa Indonesia lahir berbagai ras dan suku agama. Kalau tidak ada pemersatunya seolah setiap kelompok yang paling benar. Pendahulu kita sudah memikirkan hal itu. Maka terciptanya Pancasila yang menjadi perekat dan tidak boleh diganggu gugat,” ungkapnya.
Kampung pancasila di Gresik lanjut dia, bisa dijadikan contoh bagi kampung di daerah lain. Dimana warganya menjunjung tinggi nilai luhur pancasila meski dihuni berbagai suku dan agama.
Sementara itu, Camat Gresik Arief Wicaksono menyatakan kampung yang bernama pancasila ini benar-benar sesuai dengan julukannya, dan bukan cuma ceremonial saja.
“Sebelum dikunjungi Danpusterad, kampung pancasila juga pernah didatangi Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman,” pungkasnya. (dny/ted)






